Catatan luar biasa ini bahkan resmi melampaui rekor milik maestro legendaris asal Brasil, Mario Zagallo, yang mencatatkan enam kali partisipasi sepanjang kariernya di turnamen paling bergengsi sejagat tersebut.
Jejak Langkah Fantastis Sang Jenderal Lapangan Hijau di Piala Dunia
Karier Hong Myung-bo di Piala Dunia FIFA bak sebuah cerita fiksi ilmiah yang menjadi nyata. Ia melakoni debutnya sebagai pemain pada edisi 1990 saat masih berusia 21 tahun, sebelum akhirnya menjelma sebagai pilar pertahanan tak tergantikan bagi Taegeuk Warriors pada edisi 1994, 1998, dan puncaknya pada 2002.
Setelah gantung sepatu, pengabdiannya tidak berhenti. Hong berangkat ke Piala Dunia Jerman 2006 menjabat sebagai asisten pelatih Dick Advocaat, lalu dipercaya menjadi pelatih kepala Korea Selatan di Piala Dunia Brasil 2014. Kini, ia siap menjalani penampilan ketujuh pada putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Memori Menegangkan 2002: Tekanan Hebat Adu Penalti Lawan Spanyol
Mundur ke tahun 2002, Hong Myung-bo merupakan kapten yang memimpin generasi emas Korea Selatan mencetak sejarah magis lolos ke semifinal. Keberhasilan itu tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi obat penawar bagi masyarakat Korea Selatan yang kala itu sedang kelelahan bangkit dari krisis ekonomi global akhir era 1990-an.
Namun, di balik senyum kemenangannya, Hong mengaku memikul beban mental yang sangat berat, terutama saat laga perempat final yang krusial melawan Spanyol.
"Lolos ke semifinal adalah hal yang paling krusial, tetapi secara pribadi, itu adalah momen yang sangat menegangkan. Tekanan yang saya rasakan luar biasa besar. Menunggu giliran saya dalam adu penalti mungkin merupakan bagian tersulit. Lebih dari segalanya, saya merasa lega karena semua itu sudah terlewati," ungkap Hong seraya tertawa dalam wawancara eksklusif bersama FIFA.
Berkat performa spartan sepanjang turnamen 2002 tersebut, Hong dianugerahi penghargaan Bola Perunggu (Bronze Ball), menjadikannya pesepak bola Asia pertama dan satu-satunya dalam sejarah yang berhasil meraih penghargaan individu bergengsi tersebut.
Enggan Bebani Pemain dengan Romantisme Sejarah 2002
Meski memiliki cerita sukses di masa lalu, Hong Myung-bo menegaskan bahwa dirinya sama sekali enggan membahas kejayaan tahun 2002 kepada anak asuhnya saat ini. Ia sadar betul zaman telah berubah dan beberapa pemain di skuadnya bahkan belum lahir ketika momen semifinal itu tercipta.
"Saya tidak ingin apa yang kami capai pada 2002 menjadi beban bagi skuad saat ini. Saya ingin mereka melihat Piala Dunia sebagai panggung untuk dinikmati, bukan untuk ditakuti," tegasnya.
Pesan Khusus Hong Myung-bo untuk Son Heung-min
Sebagai mantan kapten yang paham betul arti tekanan satu negara, Hong Myung-bo memberikan perhatian khusus kepada megabintang sekaligus kapten tim Korea Selatan saat ini, Son Heung-min. Ia berharap, mantan bintang Tottenham Hotspur tersebut tidak menyiksa diri dengan ekspektasi berlebih.
"Son sekarang adalah pemain yang berpengalaman, dan pengalaman itu membuatnya paham apa saja yang dibutuhkan. Saya berharap dia tidak memberikan tekanan yang terlalu besar pada dirinya sendiri, tetap menjaga kondisi fisik yang prima. Saya selalu berusaha membantu meringankan beban tersebut kapan pun saya bisa," tutur Hong.
Evolusi Skuad Korea Selatan: Hilangnya Rasa Takut di Panggung Dunia
Menatap masa depan, Hong Myung-bo melihat adanya pergeseran paradigma yang sangat positif dari skuad Korea Selatan era modern. Peta kekuatan mental pemain saat ini dinilai jauh lebih tangguh dibandingkan masanya dulu.
Banyaknya pilar Taegeuk Warriors yang kini merumput di liga-liga top Eropa menjadi faktor utama mengapa generasi baru ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
"Banyak pemain kami yang merumput di Eropa, dan saya rasa hal itu telah menghilangkan rasa takut yang mungkin pernah mereka rasakan terhadap panggung dunia. Jika para pemain kami terus menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun rasa saling percaya, saya yakin kami bisa menjadi salah satu tim papan atas, alih-alih sekadar tim yang sesekali menciptakan kejutan," tutup Hong.
Laga Pertama Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Korea Selatan akan menghadapi Republik Ceko terlebih dahulu di laga pembuka Grup A. Pertandingannya dijadwalkan berlangsung di Guadalaraja Stadium, Jumat 12 Juni pukul 09.00 WIB. Jika hadir dalam laga tersebut, Hong dipastikan telah melewati rekor jumlah penampilan legenda Brasil Mario Zagallo, baik sebagai pemain maupun pelatih di Piala Dunia.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.*
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda