Meski tersingkir, Kompany tetap bangga dengan performa anak asuhnya yang mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
“Tentu saja ini sulit diterima. Kami kalah dengan selisih tipis,” ujar Kompany setelah pertandingan dikutip laman resmi klub.
Menurut Kompany, Bayern sebenarnya tampil kompetitif dan bahkan sempat lebih dominan di babak pertama. Ia merasa timnya berhasil beberapa kali masuk ke area berbahaya, tetapi lini pertahanan PSG tampil disiplin.
“Saya merasa kami adalah tim yang lebih baik di babak pertama,” katanya.
Namun, PSG dinilai sangat efektif dalam menutup ruang dan mencegah Bayern menciptakan peluang akhir yang benar-benar matang.Dalam pernyataannya, Kompany bahkan memberikan pujian besar kepada PSG.
Ia menyebut klub asal Paris itu mungkin merupakan tim terbaik di Eropa dalam dua musim terakhir.
“PSG punya kualitas luar biasa. Mereka mungkin tim terbaik di Eropa dalam dua tahun terakhir,” ungkapnya.
Bayern Tetap Bangga dengan Mental Tim
Meski gagal mencapai final, Kompany menilai semangat juang Bayern tetap layak diapresiasi. Ia menyoroti energi dan mentalitas tim yang terus berusaha hingga akhir pertandingan.“Kami mencoba segalanya,” tegas mantan kapten Manchester City tersebut.
Kompany juga memastikan kegagalan ini tidak akan membuat Bayern berhenti bermimpi. Ia percaya akan ada kesempatan lain untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
“Masih akan ada momen dan kesempatan lain. Itu menjadi motivasi besar bagi saya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News