Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Inter Milan

Ogah Disamakan dengan Mourinho, Chivu Punya Filosofi Sepak Bola Sendiri

Gregorius Gelino • 08 September 2026 12:52
Ringkasnya gini..
  • Cristian Chivu mengakui banyak belajar dari Jose Mourinho saat keduanya bekerja sama di Inter Milan, tetapi tidak pernah meniru filosofi sepak bola sang mentor.
  • Chivu menyebut filosofi kepelatihannya terbentuk dari pengalaman sebagai pemain dan enam tahun menangani pengembangan pemain muda.
  • Jelang Real Madrid vs Inter Milan, Chivu mewaspadai kualitas Los Blancos yang memiliki sejarah, tradisi, pelatih berpengalaman, dan pemain berkaliber internasional.
Madrid: Inter Milan akan menyambangi markas Real Madrid pada laga pembuka fase liga Liga Champions yang digelar Rabu, 9 September, dini hari nanti. Selain menjadi duel klasik dua klub besar Eropa, laga nanti juga akan menjadi pertemuan murid dan guru.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, merupakan anak didik pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Keduanya bekerja sama di Inter sebagai pemain dan pelatih pada 2008 hingga 2010 dan Chivu mengaku belajar banyak dari mantan pelatihnya itu.

Mourinho tentu memiliki peran dalam perjalanan karier Chivu. Namun, menjelang pertemuan dengan Real Madrid, Chivu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mencoba meniru filosofi sepak bola sang mentor.

Chivu Belajar dari Mourinho

Chivu tetap memberikan pujian tinggi kepada Mourinho. Menurutnya, kemampuan Mourinho dalam beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi klub merupakan salah satu kelebihan terbesar pelatih asal Portugal tersebut.

"Jose sangat baik dalam beradaptasi dengan cepat terhadap realitas klub yang ia wakili dan dalam menanamkan mentalitasnya. Dia adalah seorang pemenang, tanpa diragukan lagi," ujar Chivu di situs resmi klub.

Chivu juga mengakui bahwa tidak banyak pelatih yang memiliki karakter seperti Mourinho. Ia menilai pengalaman Mourinho bersama Real Madrid pada periode pertamanya telah menunjukkan kualitas serta mentalitas seorang pemenang.

"Sangat sedikit orang di dunia yang seperti dirinya. Dalam periode pertamanya di sini, dia menunjukkan kepada semua orang apa arti sebenarnya dari hal tersebut. Saya yakin Real Madrid akan menjalani musim yang hebat," bebernya.

Meski mengakui kualitas Mourinho, Chivu tidak ingin dirinya disebut sebagai pelatih yang mengikuti gaya atau filosofi sepak bola mantan pelatihnya tersebut.

Punya Filosofi Sendiri

Chivu menjelaskan bahwa filosofi kepelatihannya justru terbentuk dari perjalanan panjangnya sendiri. Pengalaman sebagai pemain serta enam tahun menangani pengembangan pemain muda menjadi fondasi penting dalam membangun identitasnya sebagai pelatih.

"Saya tidak pernah meniru siapa pun dan tidak pernah membuang waktu untuk mencoba meniru orang lain. Saya memiliki filosofi sepak bola saya sendiri, yang terbentuk selama bertahun-tahun ketika saya menjadi pemain, serta melalui enam tahun bekerja di pengembangan pemain muda," paparnya. Menurut Chivu, masa bekerja bersama pemain-pemain muda memberinya kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai pendekatan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia mulai menangani tim senior.

"Di sana saya bereksperimen dengan berbagai hal yang kemudian membantu saya selama bertahun-tahun, sejak saya memulai perjalanan sebagai pelatih tim utama."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Chivu ingin membangun karier kepelatihannya berdasarkan identitas sendiri, bukan sekadar menjadi penerus gaya Mourinho.

Waspadai Kekuatan Madrid

Terlepas dari hubungan masa lalu dengan Mourinho, Chivu menyadari bahwa Inter Milan menghadapi lawan yang memiliki kualitas luar biasa. Real Madrid merupakan klub dengan sejarah panjang, tradisi kuat, serta pemain-pemain berkaliber internasional.

Chivu juga menilai terlalu dini untuk membuat kesimpulan mengenai kekuatan Real Madrid pada awal musim. Menurutnya, proses adaptasi menjadi tantangan bagi klub mana pun, terutama ketika terdapat pelatih dan sejumlah pemain baru.

"Masih terlalu dini untuk mengatakannya. Awal musim tidak pernah mudah bagi siapa pun, terlebih dengan pelatih baru dan para pemain baru yang harus memahami apa arti Real Madrid sebenarnya," urainya.

Pelatih Inter tersebut juga memberikan penilaian positif terhadap awal perjalanan Real Madrid. Ia menilai Los Blancos telah mengawali kompetisi domestik dengan baik dan sebenarnya tidak pantas menelan kekalahan pada pertandingan terakhir.

"Mereka mengawali liga dengan baik, dan mereka sebenarnya tidak layak kalah dalam pertandingan terakhir. Terkadang Anda sudah melakukan yang terbaik, tetapi hasilnya tetap tidak cukup," ulasnya.

Chivu memahami bahwa bermain untuk Real Madrid selalu menghadirkan tekanan besar. Namun, ia percaya sejarah klub dan kualitas individu yang dimiliki membuat Real Madrid tetap menjadi lawan yang sangat berbahaya.

"Namun, klub ini memiliki sejarah dan tradisi, dengan seorang pelatih yang tahu apa yang harus dilakukan serta para pemain berkaliber internasional," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan