Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (Foto: Carl Recine/Getty Images)
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (Foto: Carl Recine/Getty Images)

Liga Champions 2025/2026

Arsenal Kalah di Final Liga Champions, Arteta Akui PSG Tim Terbaik di Dunia

Alfa Mandalika • 31 Mei 2026 06:14
Ringkasnya gini..
  • PSG menjuarai Liga Champions 2025/2026 usai mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di final yang digelar di Puskas Arena.
  • Arsenal kembali gagal di final Eropa setelah dua eksekutor mereka, Eberechi Eze dan Gabriel, gagal dalam babak adu penalti.
  • Mikel Arteta memuji PSG sebagai tim terbaik dunia saat ini, sekaligus mengakui kekecewaan besar atas kegagalan Arsenal di partai puncak.
Budapest: Arsenal kembali gagal meraih gelar Liga Champions setelah takluk dari Paris Saint-Germain dalam laga final ketat yang harus ditentukan melalui babak adu penalti di Puskas Arena, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
 
Keberhasilan ini membuat Les Parisiens sukses mempertahankan gelar juara mereka sekaligus menegaskan dominasi raksasa Prancis di panggung elit Eropa.
 
Di sisi lain, dua eksekutor penalti Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel, gagal mengonversi tugasnya dengan baik, yang otomatis mengunci kemenangan bagi PSG.
 

Pujian Arteta untuk PSG


Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang juga merupakan mantan pemain PSG semasa aktif merumput, memberikan penghormatan tinggi atas kualitas luar biasa yang ditunjukkan oleh lawannya.
 
“Mereka (PSG) sangat sulit untuk dilawan. Itulah mengapa mereka bisa menjadi juara dua kali berturut-turut. Menurut saya, mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini,” ujar Arteta usai laga.

Ia menyoroti bagaimana gaya kepelatihan Luis Enrique mampu memaksimalkan aksi individu mematikan dari para pemain Les Parisiens.
 
“Apa yang mereka lakukan dengan bola, ditambah dengan aksi individu para pemainnya, saya belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya,” lanjutnya.
 
Arteta juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalamnya. Ia menyebut kekalahan di partai puncak ini sebagai pukulan yang sangat telak bagi anak asuhnya yang telah tampil konsisten sepanjang kompetisi bergulir.
 
“Ini sangat sulit diterima. Kami sangat konsisten sampai ke final, lalu kehilangan trofi lewat adu penalti,” paparnya.
 
Meski sukses mengamankan trofi domestik Premier League, kegagalan di Eropa tetap menyisakan luka mendalam.
 
“Tidak ada yang bisa menghilangkan rasa sakit itu. Kami memang berhasil menjuarai Liga Inggris, tetapi kami gagal di ajang yang terbesar,” pungkasnya.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan