Skuad PSG melakukan selebrasi atas gelar Liga Champions musim ini. (Dok. UEFA)
Skuad PSG melakukan selebrasi atas gelar Liga Champions musim ini. (Dok. UEFA)

Liga Champions 2025/2026

Fakta Menarik Final Liga Champions: PSG Juara, Arsenal Catat Penguasaan Bola Terendah

Alfa Mandalika • 31 Mei 2026 03:03
Ringkasnya gini..
  • PSG menjuarai Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti di final Puskas Arena.
  • Arsenal kembali gagal meraih trofi Eropa setelah menorehkan rekor 226 pertandingan tanpa gelar di kompetisi UEFA.
  • Laga final juga mencatat rekor penguasaan bola terendah Arsenal di final UCL (24,7%), sementara Luis Enrique meraih gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih.
Budapest: Paris Saint-Germain resmi meraih gelar Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 di final Puskas Arena, Sabtu, 30 Mei. Pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit permainan.
 
PSG menjadi tim ketiga sepanjang sejarah yang memenangkan gelar liga domestik dan Liga Champions secara beruntun dalam dua musim berturut-turut, sementara Arsenal menutup perjalanan epik musim ini dengan catatan pahit 226 laga tanpa trofi Eropa.
 
Selama 90 menit regulasi, pertandingan tidak menghasilkan pemenang. Satu gol dari masing-masing tim mengantarkan laga ke perpanjangan waktu, dan dalam 30 menit tambahan pun skor tidak berubah. Adu penalti menjadi satu-satunya cara untuk menentukan juara.
 

PSG Masuk Catatan Sejarah


Gelar Liga Champions malam ini bukan sekadar trofi kedua PSG, ini adalah trofi kedua secara beruntun dalam dua musim. Dan gabungan dengan gelar Ligue 1 yang mereka raih di kedua musim itu, PSG kini masuk ke dalam sejarah sepak bola Eropa.
 
PSG menjadi tim ketiga sepanjang sejarah yang berhasil memenangkan gelar liga domestik dan Piala Eropa/Liga Champions secara beruntun dalam dua musim berturut-turut.

Sebelumnya, hanya dua klub yang pernah melakukannya adalah Real Madrid pada 1956/57 dan 1957/58, serta Ajax pada 1971/72 dan 1972/73.
 

Rekor Penguasaan Bola Terendah


Di balik drama adu penalti, ada satu angka yang langsung masuk ke buku rekor dan mencerminkan betapa berbedanya pendekatan kedua tim malam ini, penguasaan bola Arsenal yang hanya 24,7 persen.
 
Penguasaan bola Arsenal sebesar 24,7% menjadi yang terendah yang pernah dicatat sebuah tim dalam final UEFA Champions League sejak data modern mulai dikumpulkan pada musim 2003/04.
 
Angka itu juga merupakan persentase penguasaan bola terendah Arsenal dalam pertandingan mana pun di bawah Mikel Arteta ketika mereka bermain dengan 11 pemain penuh sepanjang laga.
 
Angka 24,7% Arsenal malam ini menjadi bukti nyata betapa reaktifnya pendekatan Arteta dalam laga ini. Namun, laga yang berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit juga membuktikan bahwa strategi itu nyaris berhasil.
 
Arsenal hanya terjungkal di momen paling tidak terduga, yaitu babak adu penalti.
 

Rekor Pahit Arsenal Berlanjut


Malam ini, angka yang paling menyakitkan bagi fans Arsenal bukan skor adu penalti, melainkan angka 226. Itu adalah jumlah pertandingan The Gunners di ajang Piala Eropa dan Liga Champions tanpa pernah mengangkat trofi, setelah kekalahan malam ini menambah satu laga lagi ke daftar panjang tersebut, menjadikannya klub dengan penantian terpanjang tanpa gelar di kompetisi Eropa.
 

Luis Enrique Raih Trofi UCL Ketiga


Di antara semua pemenang malam ini, satu nama berdiri paling tinggi, yakni Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol itu kini menjadi salah satu manajer paling berprestasi dalam sejarah Liga Champions.
 
Enrique yang sebelumnya melatih Barcelona (2014–2017) dan timnas Spanyol. Gelar UCL ketiganya malam ini menempatkannya sebagai pelatih paling sukses di kompetisi ini sepanjang sejarah, hanya di bawah Carlo Ancelotti.
 

Havertz Masuk Daftar Eksklusif


Meski Arsenal kalah, ada satu catatan individual yang akan diingat lama, gol Kai Havertz untuk The Gunners malam ini menempatkannya dalam daftar yang hanya berisi tiga nama sepanjang sejarah Liga Champions.
 
Hanya tiga pemain dalam sejarah yang pernah mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub berbeda.
 
Kai Havertz kini bergabung dengan Cristiano Ronaldo dan Mario Mandžukić dalam daftar yang sangat langka ini, sebuah pencapaian pribadi yang luar biasa di tengah kekalahan timnya.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan