Ansu Fati. (Pau BARRENA / AFP)
Ansu Fati. (Pau BARRENA / AFP)

10 Pencetak Gol Termuda dalam Sejarah Liga Champions (Bagian 2)

Friko Simanjuntak • 17 September 2022 19:09
Jakarta: Liga Champions merupakan kompetisi paling bergengsi bagi klub-klub Eropa. Tak hanya mempertontonkan aksi-aksi terbaik dari para pemain bintang, Liga Champions juga tak jarang memunculkan pemain-pemain muda dengan talenta luar biasa.
 
Dalam sejarahnya, kita sudah melihat banyak pemain muda yang mencuri perhatian berkat penampilan apiknya di Liga Champions. Nama mereka bahkan kemudian meroket setelah mampu mencetak gol di kompetisi yang diikuti klub-klub juara di belahan Eropa.
 
Seperti halnya di kompetisi-kompetisi lain, Liga Champions juga mencatatkan sejumlah rekor yang dicatatkan para pemain muda. Salah satunya pencetak gol termuda. Siapa sajakah pemain-pemain muda yang masuk dalam sejarah Liga Champions untuk urusan mencetak gol?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut 10 pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions (Bagian 2):
 
5. Cesc Fabregas (Arsenal): 17 tahun 218 hari
7 Desember 2004: Arsenal 5-1 Rosenborg

 
Satu lagi lulusan akademi La Masia dan satu lagi pemain muda berbakat yang ditemukan oleh pelatih Arsenal Arsene Wenger. Pada September 2003, Cesc Fabregas direkrut Arsenal pada usia 16 tahun. Ia dikenal sebagai pemain pintar dalam membaca situasi permainan dan memiliki akurasi umpan yang luar biasa.
 
Satu tahun berkostum Arsenal, Fabregas akhirnya memulai legasinya di  Liga Champions pada 7 Desember 2004, saat Arsenal menjamu Rosenborg di fase grup Liga Champions 2004-2005. Dipercaya tampil sebagai starter pada usia 17 tahun 218 hari, Fabregas membayar kepercayaan Wenger dengan mencetak gol perdananya di Liga Champions. Ia mencetak gol ketiga dalam kemenangan 5-1 Arsenal atas wakil Norwegia itu.
 
Penampilan gemilang Fabregas selama delapan musim di Arsenal membuat Barcelona kepincut dan membawanya kembali ke Camp Nou pada 2011. Kali ini Fabregas main di tim utama Barca selama tiga musim dan membantu klub Katalan merebut gelar La Liga, Copa Del Rey, Piala Super Spanyol, Super Cup dan Piala Dunia Antarklub 2011.
 
Dari Spanyol, Fabregas kemudian kembali ke London namun bukan pulang ke Arsenal tapi bergabung dengan Chelsea dimana ia membantu The Blues memenangi Liga Primer Inggris dan Liga Europa 2018-2019.
 
Sempat berlabuh di Prancis dan bermain untuk AS Monaco, Cesc Fabregas yang kini berusia 35 tahun masih menjalani karier sebagai pemain. Pada 1 Agustus 2022 Fabregas memutuskan bergabung dengan klub Serie B Italia, Como. Tak hanya sebagai pemain, Fabregas juga menjabat pemegang saham di klub yang dilatih oleh salah satu legenda Indonesia, Kurniawaan Dwi Yulianto.
 
4. Mateo Kovacic (Dinamo Zagreb): 17 tahun 216 hari
7 Desember 2011: Dinamo Zagreb 1-7 Lyon

 
Mateo Kovacic pada usia 13 tahun memutuskan bergabung dengan akademi raksasa Kroasia Dinamo Zagreb meskipun dibina oleh beberapa klub Eropa, termasuk Ajax, Inter Milan, Juventus, dan Bayern Munich. Akhirnya membuat debut profesionalnya di musim 2010-2011.
 
Pada 7 Desember 2011, Kovacic mencetak gol pertamanya di Liga Champions. Pemain berusia 17 tahun dan 216 hari itu mencetak satu-satunya gol bagi Dinamo Zagreb dalam kekalahan 1-7 dari Olympique Lyon di babak grup. Gol ini membuat Kovacic jadi salah satu pemain termuda yang pernah mencetak gol dalam kompetisi Liga Champions.
 
Gol tersebut membuat Kovacic mulai banyak dipantau klub-klub besar. Tak ayal, ia kemudian direkrut Inter Milan dan Real Madrid. Saat ini, Kovacic bermain untuk Chelsea dan membantu klub asal London itu memenangi berbagai gelar juara, seperti Liga Champions, Liga Europa, Piala Super Eropa hingga Piala Dunia Antarklub.
 
3. Peter Ofori-Quaye: 17 tahun 195 hari
1 Oktober 1997: Rosenborg 5-1 Olympiacos

 
Nama Peter Ofori-Quaye nyaris tidak “berbunyi” di kompetisi Liga Champions. Meski demikian, penyerang asal Ghana ini sempat mencatatkan rekor yang sempat bertahan cukup lama di kompetisi Liga Champions. Ya, Peter Ofori-Quaye sempat mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions.
 
Peter Ofori-Quaye tampil di Liga Champions bersama Olympiakos yang merekrutnya dari Kalamata FC di usia 17 tahun. Jawara Liga Yunani ini kemudian memainkan Peter Ofori-Quaye saat bertandang ke markas Rosenborg pada babak grup, 1 Oktober 1997.
 
Dalam kondisi tertinggal 0-4, pelatih Olympiakos kala itu, Dusan Bajevic memutuskan memasukkan Peter Ofori-Quaye pada menit ke-60. Dan hasilnya, Ofori-Quaye langsung membayar kepercayaan pelatih dengan mencetak gol, sembilan menit setelah masuk ke lapangan.
 
Meski di pertandingan itu Olympiakos kalah telak 1-5, Peter Ofori-Quaye pantas bangga dengan gol perdananya di Liga Champions itu. Pasalnya, Peter Ofori-Quaye mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions. Saat itu usianya 17 tahun dan 195 hari.
 
Sayangnya, gol tersebut tidak mampu mendongkrak karier Peter Ofori-Quaye. Selama kariernya, ia lebih banyak menghabiskan waktu bermain di Liga Yunani dan mengumpulkan 33 gol dalam 10 musim di liga. Peter Ofori-Quaye memutuskan pensiun pada 2012 di usia 34 tahun.
 
2. Antonio Nusa (Club Brugge): 17 tahun 149 hari
14 September 2022: FC Porto 0-4 Club Brugge

 
Setelah Jude Bellingham (pada 2021), pemain terbaru yang ikut masuk dalam jajaran pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions adalah Antonio Nusa. Penyerang Club Brugge kelahiran Norwegia 17 April 2005 itu bahkan langsung menempati posisi kedua dalam daftar.
 
Antonio Nusa sejatinya tidak bermain sebagai starter saat Club Brugge bertandang ke markas Atletico Madrid pada lanjutan Grup B Liga Champions 2022-2023, Rabu 14 September kemarin. Ia baru dimainkan pada menit ke-75 oleh pelatih Carl Hoefkens karena saat itu Brugge sudah unggul 3-0 atas Atletico.
 
Mungkin, pada awalnya Hoefkens hanya ingin memberikan pengalaman bermain di Liga Champions kepada Antonio Nusa, mengingat saat itu usianya baru 17 tahun dan 149 hari. Namun, Nusa ternyata mampu memberikan lebih dalam debutnya di kompetisi bergengsi ini.
 
Dalam sebuah skema serangan balik di menit-menit akhir pertandingan (’89), Nusa berhasil lolos dari jebakan offside untuk mengejar umpan terobosan Casper Nielsen dan kemudian dengan dingin menaklukkan kiper Atletico Diogo Costa.
 
Gol perdana ini tentunya sangat spesial buat Antonio Nusa, karena menempatkannya masuk dalam buku sejarah Liga Champions sebagai pemain termuda kedua yang mencetak gol di kompetisi paling elite di Benua Biru.
 
1. Ansu Fati (Barcelona): 17 tahun 40 hari
10 Desember 2019: Inter Milan 1-2 Barcelona

 
Inilah dia pemain yang tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions. Ansu Fati, jebolan akademi La Masia yang saat ini jadi salah satu tulang punggung tim utama Barcelona.
 
Rekor pencetak gol termuda di Liga Champions ditorehkan Ansu Fati saat Barcelona menyambangi markas Inter Milan pada babak grup Liga Champions 2019-2020. Ansu Fati yang baru masuk ke lapangan pada menit ke-85, hanya butuh satu menit untuk mencetak gol perdananya lewat sebuah tendangan terarah dari luar kotak penalti.
 
Saat pertandingan di Giuseppe Meazza itu digelar, Ansu Fati baru berusia 17 tahun dan 40 hari. Hal ini sontak membuatnya memecahkan rekor milik striker Olympiakos Peter Ofori-Quaye sebagai pencetak gol termuda di Liga Champions yang sudah bertahan selama lebih dari dua dekade.
 
Ansu Fati tidak hanya memegang rekor pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions. Dia juga mencatatkan rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Spanyol, sejarah El Clasico, sejarah Barcelona di La Liga.
 
Musim ini, Ansu Fati yang baru berusia 19 tahun merupakan tulang punggung Barcelona arahan Xavi Hernandez. Hingga artikel ini ditulis, Ansu Fati telah memainkan total tujuh laga untuk Barcelona di semua ajang (5 di La Liga dan 2 di Liga Champions), dengan koleksi dua gol dan dua assist.

 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif