Declan Rice memberikan semangat kepada Gabriel yang gagal setelah mengeksekusi penalti. (Foto: Getty Images)
Declan Rice memberikan semangat kepada Gabriel yang gagal setelah mengeksekusi penalti. (Foto: Getty Images)

Arsenal

Odegaard Bela Eze dan Gabriel Usai Arsenal Gagal di Final Liga Champions

Alfa Mandalika • 31 Mei 2026 06:33
Ringkasnya gini..
  • Arsenal kembali gagal meraih trofi Liga Champions setelah kalah dari PSG lewat adu penalti di final Puskas Arena.
  • Martin Odegaard memberikan dukungan kepada Eberechi Eze dan Gabriel yang gagal mengeksekusi penalti di laga final tersebut.
  • Mikel Arteta mengungkap perubahan situasi eksekutor penalti yang terjadi di menit-menit krusial saat adu penalti melawan PSG.
Budapest: Kekecewaan mendalam masih menyelimuti Arsenal setelah kembali gagal merengkuh trofi Liga Champions. The Gunners dipastikan harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan Paris Saint-Germain setelah takluk dalam laga final ketat yang berakhir imbang 1-1 dan harus ditentukan lewat babak adu penalti di Puskás Arena pada Sabtu, 30 Mei 2026.
 
Di tengah suasana duka di ruang ganti, kapten utama Arsenal, Martin Odegaard, langsung pasang badan untuk dua rekan setimnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães.
 
Keduanya menjadi pemain yang paling terpukul setelah eksekusi penalti mereka gagal membuahkan gol, yang otomatis mengunci kemenangan dan menegaskan dominasi PSG di Eropa.
 

Odegaard Memberikan Pembelaan


Eberechi Eze menjadi sorotan setelah tendangannya melenceng pada eksekusi kedua Arsenal. Tidak lama berselang, Gabriel juga gagal setelah bola tembakannya melambung tinggi di atas mistar gawang.
 
Odegaard meminta publik tidak melupakan jasa besar kedua pemain yang telah berdarah-darah membawa Arsenal melangkah hingga ke partai puncak.

“Kami tahu apa yang sudah mereka berikan untuk tim musim ini, dan tanpa mereka kami tidak akan berada di sini,” ujar Odegaard, seperti dikutip melalui Sky Sport.
 
Ia menegaskan bahwa momen krusial tersebut merupakan bagian tidak terpisahkan dari dinamika sepak bola.
 
“Tugas kami adalah memberi semangat mereka, dan semua orang, agar kami bisa kembali lebih kuat musim depan,” tegasnya.
 

Perubahan Rencana Eksekutor


Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, membeberkan situasi mendebarkan di pinggir lapangan sebelum babak adu penalti dimulai. Arteta mengungkapkan bahwa Gabriel sebenarnya memiliki determinasi tinggi dan sempat meminta untuk menjadi eksekutor kelima Arsenal.
 
Tim kepelatihan sendiri sejatinya sudah melatih skenario ini secara matang dan menetapkan daftar penendang utama, di mana Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz ditempatkan sebagai pilihan teratas. Namun, tekanan atmosfer final di atas lapangan mengubah situasi dengan cepat.
 
“Biasanya penendang kami adalah Saka, Odegaard, dan Havertz. Tapi ketika masuk ke adu penalti, beberapa pemain lain harus mengambil tanggung jawab,” ungkap Arteta
 
“Eze sangat bagus saat latihan. Dia tidak pernah gagal. Tapi pada akhirnya, di momen seperti ini, semuanya menjadi berbeda,” tutupnya.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan