Dilansir dari detikSport, Como tampil tanpa beban di hadapan pendukung sendiri. Tim asuhan Cesc Fabregas bahkan mampu mendominasi pertandingan sejak awal dan mencetak dua gol pada babak pertama.
Como Unggul Dua Gol di Babak Pertama
Como membuka keunggulan melalui Martin Baturina. Setelah itu, Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan tuan rumah sehingga Como menutup babak pertama dengan skor 2-0.Memasuki babak kedua, Como tidak mengendurkan tekanan. Assane Diao kembali mencetak gol dan membuat skor berubah menjadi 3-0.
RB Leipzig sempat memberikan respons. Andrija Maksimovic berhasil memperkecil ketertinggalan sehingga skor menjadi 3-1.
Namun, Como tetap mampu mempertahankan kendali permainan. Pada penghujung pertandingan, Maximo Perrone mencetak gol keempat yang sekaligus memastikan kemenangan Como dengan skor 4-1.
Pemain Como, Nico Paz, menyebut pertandingan tersebut sebagai malam yang bersejarah. Ia mengaku tim sangat bersemangat menghadapi pertandingan perdana di kompetisi tersebut.
Baca Juga :
Salut! Petinggi Como Beri Kursi Mereka untuk Suporter Senior Saksikan Debut Liga Champions
Perjalanan Como dari Serie D ke Liga Champions
Kemenangan atas Leipzig menjadi semakin spesial jika melihat perjalanan Como dalam beberapa tahun terakhir.Melansir laman detikSport, Como mengalami transformasi setelah diakuisisi Grup Djarum milik keluarga Hartono pada 2019. Saat itu, Como masih berada di kasta Serie D atau kompetisi sepak bola Italia level keempat.
Perjalanan klub berlanjut hingga Como kembali tampil di Serie A pada 2024. Performa mereka kemudian semakin berkembang hingga berhasil finis di peringkat keempat Serie A musim 2025/2026.
Posisi tersebut membawa Como mendapatkan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
Kini, perjalanan tersebut berlanjut ke panggung sepak bola Eropa. Como mampu mengawali debutnya dengan kemenangan meyakinkan atas RB Leipzig.
Hasil 4-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi catatan penting bagi klub yang beberapa tahun lalu masih bermain di kasta bawah sepak bola Italia. Como kini membuktikan bahwa perjalanan panjang mereka mampu membawa klub hingga kompetisi tertinggi Eropa.
(Ellen Octovia Suherman)