"Ini adalah hidup saya. Ini ada dalam darah saya," ujar Alonso.
"Hal yang paling jelas bagi saya untuk terus membalap adalah kepercayaan diri bahwa saya masih memiliki sesuatu yang lebih. Saya masih merasa secepat siapa pun, jadi mari kita coba lagi,” sambungnya.
Alonso memulai kariernya di Formula 1 pada 2001. Meski kini telah memasuki usia 45 tahun, ia menolak anggapan bahwa kemampuan balapnya telah menurun.
Aston Martin memang menghadapi musim yang sulit dan belum mampu bersaing di papan atas. Namun, Alonso tetap menemukan kepuasan ketika mampu memanfaatkan kesalahan pembalap lain yang lebih muda.
Baca Juga :
5 Fakta Sirkuit Madring, Venue Baru F1 di Madrid
Sejumlah faktor turut memengaruhi keputusan Alonso untuk melanjutkan kariernya, mulai dari performa pribadi hingga proyek teknis Aston Martin. Terlebih lagi, Alonso ingin ikut membantu F1 melewati transisi menuju regulasi mesin hibrida baru.
Meski kerap mengkritik tajam regulasi mesin hibrida, namun Alonso merasa memiliki tanggung jawab sebagai salah satu pembalap senior untuk ikut memberikan masukan kepada FIA dan Formula 1 mengenai arah regulasi.
Ia berharap perubahan rasio tenaga baterai pada masa mendatang dapat membuat karakter mobil kembali lebih mengandalkan insting pembalap, terutama ketika melakukan pengereman dan akselerasi.