Jenis ban di Formula 1
Jenis ban di Formula 1

Kenapa Pembalap F1 Wajib Pakai 2 Komponen Ban Berbeda? Yuk, Cari Tahu!

Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 September 2026 15:32
Ringkasnya gini..
  • Ada aturan yang membuat pembalap wajib menggunakan setidaknya dua jenis slick tyre atau ban kering yang berbeda dalam satu Grand Prix.
  • Dalam balapan kering, F1 mewajibkan ada satu pit stop yang harus dilakukan untuk pergantian ban.
Jakarta: Setiap jenis ban yang dipakai oleh para pembalap F1 ternyata punya karakteristik yang berbeda berdasarkan strategi yang disusun oleh seluruh tim sesuai dengan kondisi balapan.

Ada aturan yang membuat pembalap wajib menggunakan setidaknya dua jenis slick tyre atau ban kering yang berbeda dalam satu Grand Prix, selama balapan berlangsung dalam kondisi kering. 

Jenis Ban Slick Tyre

Jenis ban kering F1
(Jenis-jenis slick tyre atau ban kering F1. dok. Formula1.com)
Sebelum membahas kenapa harus menggunakan dua jenis ban, kenalan dulu dengan tiga jenis ban slick yang paling sering terlihat saat balapan.
  1. HardDitandai dengan warna putih. Ban ini merupakan pilihan yang lebih tahan lama, tetapi biasanya menawarkan grip dan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan kompon yang lebih lunak.
  2. Medium: Menggunakan tanda warna kuning. Karakternya berada di antara hard dan soft sehingga sering menjadi pilihan yang cukup fleksibel untuk strategi balapan.
  3. Soft: Memiliki tanda warna merah. Ban ini menawarkan grip yang lebih tinggi dan dapat memberikan catatan waktu yang lebih cepat, tetapi umumnya memiliki usia pakai yang lebih pendek dan lebih rentan mengalami degradasi.
Pirelli memilih tiga kompon dari rentang yang tersedia untuk setiap Grand Prix berdasarkan karakteristik sirkuit dan kondisi yang diperkirakan. Pada F1 2026, pilihan kompon berasal dari rentang C1 hingga C5, dengan C1 sebagai yang paling keras dan C5 sebagai yang paling lunak.

Aturan Ban Wajib

Inilah yang membuat strategi F1 jadi menarik karena tim harus mencari kombinasi antara kecepatan, daya tahan ban, kondisi lintasan, dan waktu pit stop.
Bahkan F1 sendiri menjelaskan konsep prime tyre sebagai kompon yang lebih keras dan lebih tahan lama, sementara kompon lainnya berperan sebagai pilihan yang lebih lunak dan cepat.

Dalam balapan kering setidaknya ada 3 aturan yang wajib diperhatikan terkait ban:
  1. Harus menggunakan minimal dua kompon kering yang berbeda selama balapan.
  2. Pembalap dapat memulai balapan dengan kompon apapun yang dipilih masing-masing tim
  3. Alokasi kompon wajib: FIA dapat mewajibkan ban untuk sesi tertentu misalnya pada aturan Sprint Shootout.
Namun, jika balapan dinyatakan basah, maka aturan dua kompon dibatalkan. Pembalap bisa menggunakan ban intermediate berwarna hijau atau full wet berwarna biru sesuai kondisi lintasan.

Ban intermediate digunakan untuk kondisi lintasan yang basah atau mulai mengering, sedangkan full wet dirancang untuk kondisi dengan genangan air yang lebih banyak.

Kenapa Harus Pakai Dua Kompon?

Aturan ini dibuat agar strategi ban ikut berperan dalam jalannya balapan agar strategi setiap tim tidak seragam. 

Dengan kewajiban menggunakan minimal dua kompon slick berbeda dalam kondisi kering, tim harus mempertimbangkan kapan waktu terbaik untuk mengganti ban dan kompon mana yang paling cocok digunakan pada setiap fase balapan.

Misalnya, sebuah tim bisa memilih menggunakan soft di awal untuk mendapatkan grip dan kecepatan lebih tinggi, kemudian beralih ke medium atau hard untuk stint berikutnya agar ban dapat bertahan lebih lama.

Sebaliknya, tim juga bisa memilih pendekatan yang berbeda berdasarkan kondisi lintasan, degradasi ban, dan posisi mereka terhadap rival. Karena itulah keputusan kapan masuk pit bisa menjadi sangat penting.

Syarat Pit Stop

Tidak semua balapan memiliki jumlah pit stop yang sama. Strategi bisa berubah tergantung kondisi sirkuit, tingkat degradasi ban, cuaca, Safety Car, hingga performa masing-masing kompon. 

Namun, dalam balapan kering, F1 mewajibkan ada satu pit stop yang harus dilakukan untuk pergantian ban.

Aturan Penggunaan Ban Lainnya:
 
• Pengembalian ban: Tim harus mengembalikan beberapa set ban setelah sesi latihan, sehingga stok ban untuk sesi berikutnya terbatas.
• Batasan teknis: Ada aturan mengenai tekanan ban minimum dan camber maksimum yang harus dipatuhi tim.
• Safety Car & Red Flag: Kedua situasi ini bisa mengubah strategi karena memberi kesempatan mengganti ban dengan kehilangan waktu yang lebih sedikit.
• Pit lane: Waktu yang terbuang saat melewati pit lane sekitar 18–25 detik, sehingga pemilihan waktu pit stop sangat menentukan.
 
(Vira Farhatul Maula)


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan