Pembalap berusia 36 tahun itu akan mencatatkan start ke-300 di ajang Grand Prix saat tampil di balapan kandangnya, GP Meksiko, akhir pekan ini.
Perez bergabung dengan Cadillac pada Agustus 2025, menjelang musim debut tim tersebut di grid F1 pada 2026. Ia berduet dengan pembalap berpengalaman lainnya, Valtteri Bottas.
Pada musim 2026, Cadillac masih berupaya meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan Formula 1. Perez pun belum mampu menembus posisi 10 besar dalam tiga balapan yang disebutkan, dengan hasil terbaik finis di urutan ke-14 di Barcelona, Silverstone, dan Azerbaijan.
Hingga saat ini, Perez dan Bottas juga belum berhasil menyumbangkan poin bagi Cadillac di kejuaraan dunia. Meski menghadapi tantangan pada awal musim, Perez tetap optimistis terhadap proyek jangka panjang yang tengah dibangun Cadillac.
"Bergabung dengan Cadillac sejak hari pertama adalah proyek yang benar-benar saya yakini, dan memperpanjang komitmen ini terasa seperti kelanjutan alami dari babak ini," ujar Perez dalam pernyataan resminya.
Fokus pada pengembangan tim
Perez memahami bahwa membangun tim Formula 1 dari awal membutuhkan proses panjang. Ia menilai perkembangan yang telah dicapai Cadillac sejauh ini menjadi modal penting, meskipun hasilnya belum terlihat dalam perolehan poin.
"Membangun tim Formula 1 dari bawah membutuhkan waktu, kerja keras yang tak kenal lelah, dan kesabaran. Namun, kemajuan yang kami buat bersama sangat memuaskan. Masih banyak pekerjaan di depan kami dan saya berkomitmen penuh untuk tiga tahun ke depan," pungkasnya.
Melalui kontrak baru tersebut, Cadillac diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman Perez untuk memperkuat pengembangan mobil dan meningkatkan daya saing tim pada musim-musim mendatang.