Hasil ini melanjutkan tren negatif Riky/Gloria ketika berhadapan dengan Tan/Lai. Dalam tiga pertemuan, Riky/Gloria selalu takluk di tangan ganda campuran Malaysia tersebut. Bagi Gloria, kekalahan ini tak lepas dari faktor non-teknis. Ia dan Riky selalu kehilangan konsentrasi dan enggan bermain secara konsisten.
"Kami kurang sabar dan konsentrasinya belum bisa konsisten. Pertama-tama kami bisa mengatasi mereka dan memimpin perolehan angka. Tetapi waktu lawan hampir mengejar, kami panik dan berubah pola mainnya. Padahal belum terkejar poinnya, baru mendekati saja, tetapi kami sudah panik,” ujar Gloria setelah pertandingan.
Baca: Riky/Gloria Tersingkir, Ganda Campuran Indonesia Habis
“Tan adalah mantan pemain tunggal, jadi dia bisa mengatur bola satu-satu dari belakang lapangan. Sedangkan kami tipe permainannya cepat, seharusnya kami jangan terbawa permainan lawan,” kata Riky kepada Badmintonindonesia.org.
"Kami sudah berdiskusi dengan pelatih setelah pertandingan tadi. Ini adalah masalah karakter, kami harus mengubahnya, kami harus bisa mengatur fokus di lapangan dan fokusnya harus bisa konsisten,” Sambung Gloria.
Hasil yang dialami Riky/Gloria diikuti rekan senegara mereka, Rafiddias Akhdan Nugroho/Marsita Mahmudin. Menghadapi ganda tuan rumah, Puavaranukroh Dechapol/Sapsirre Taerattanachai, Rafi/Marsita tak mampu berbuat banyak.
Mereka kalah dua game langsung 21-17 21-15 oleh unggulan kedua Thailand. Dengan hasil tersebut, maka ganda campuran Indonesia tak ada yang melenggang ke perempat final. (badmintonindonesia.org)
Video: 120 Base Jumpers Bersiap Terjun dari Ketinggian 312 Meter
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News