Senna lahir dari keluarga yang cukup berada di Sao Paolo, Brasil, pada 21 Maret 1960. Bakat Senna sebagai pebalap mulai terasah saat terlibat dalam balap gokart di Interlagos ketika berusia 13 tahun. Beberapa penghargaan Senna yang sudah diraih di antaranya juara pertama di South American Kart Championship 1977 dan juara kedua di Karting Wolrd Championship 1979 dan 1980.
Kariernya mulai melesat ketika Senna memenangkan kejuaran dunia Grand Prix pada 1988, 1990 dan 1991. Senna juga sudah mengikuti 162 kali turnamen Grand Prix dan menang 41 kali turnamen. Catatan rekor kemenangannya hanya dapat disaingi oleh pebalap Prancis Alain Prost yang sudah mengemas 51 kemenangan dalam 202 race yang dijalaninya. Ia juga sukses mencatatkan rekor meraih pole position sebanyak 65 kali.
Sayang, prestasi Senna yang begitu gemilang terpaksa terhenti. Ia meninggal di usia 34 tahun, 1 Mei 1994 di Grand prix San Marino di Imola, Italia setelah mobilnya menabrak dinding pembatas dengan kecepatan tinggi. Kematiannya hanya berselang satu bulan dari pebalap Austria Roland Ratzenberg yang tewas pada 30 April saat mengikuti turnamen kualifikasi Grand Prix San Marino.
Seperti yang dikutip surat kabar Amerika Serikat New York Times pada 1994, prestasi Senna disandingkan dengan prestasi yang ditorehkan legenda sepak bola Brasil, Pele. "Ia adalah seorang pahlawan yang setara seperti bintang sepak bola Pele".
Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki ambisi yang tinggi. Ia pun menjadi salah satu atlet yang mendapat bayaran tertinggi di dunia di eranya dan setelah wafatnya, ia memiliki kekayaan pribadi senilai 400 juta dollars (sekitar Rp 5,2 triliun). (BBC/Christ Saputra)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News