Tommy, sempat unggul di game pertama, 21-16, namun pada game kedua, anak mantan pebulu tangkis Icuk Sugiarto itu harus menghadapi perlawanan sengit Zwiebler. Setelah kejar-mengejar angka, di ujung pertandingan, Tommy ditekuk lawannya.
Tommy sempat menyentuh poin 20 lebih dulu, namun Zwiebler berhasil keluar dari tekanan dan justru memenangi game kedua dengan skor 22-20.
Kepercayaan diri pebulu tangkis nomor satu Jerman itu, semakin terkerek di game penentuan. Di awal-awal pertandingan, kombinasi permainan net dan penempatan bolanya membuat Tommy kewalahan.
Tommy sendiri bangkit untuk memimpin perolehan poin. Namun, hingga menyentuh dua digit poin, pertahanan andalan Indonesia ini limbung. Sebaliknya, Zwiebler perlahan mendikte permainan dengan bola-bola sulit.
Permainan pun disudahi oleh Zwiebler dengan smes keras ke sisi kiri Tommy Sugiarto. Skor 21-19 harus ditelan Tommy sebagai poin kekalahan di kandang sendiri, Istora Senayan, Jakarta.
Pertemuan pertama kedua pemain ini pernah terjadi di kejuaraan dunia di Guangzhou pada 2013. Ketika itu, Tommy menang atas Zwiebler 19-21 dan 14-21. Bagi, Zwiebler kemenangan ini mempunyai arti istimewa, karena untuk pertama kalinya dia bisa menundukkan pemain dari Indonesia.
Dengan hasil ini, Indonesia tinggal menyisakan Anthony Ginting dan Christie Jonatan di tunggal putra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News