Aksi Praveen Jordan/Melati Daeva saat tampil di Piala Sudirman 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Aksi Praveen Jordan/Melati Daeva saat tampil di Piala Sudirman 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Pelatih: Praveen/Melati Dikalahkan dengan Cara yang Tidak Sportif

Olahraga bulu tangkis piala sudirman
Muhammad Al Hasan • 20 Mei 2019 17:21
Richard kesal karena pasangan Chris dan Gabrielle Adcock lebih sering meminta break untuk mengganggu konsentrasi Peaveen/Melati. Ke depannya, ia berharap agar Praveen/Melati mengajukan protes apabila melihat lawan bermain tidak sportif.
 
Nanning:
Kekalahan Praveen Jordan/Melati D Oktavianti dari Chris Adcock/Gabrielle Adcock di laga perdana Grup 1 Piala Sudirman 2019 masih belum bisa diterima tim pelatih Indonesia. Kendati Indonesia sukses menang 4-1 atas Inggris di laga tersebut, pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky belum bisa sepenuhnya menerima kekalahan anak asuhnya itu.
 
Dalam sebuah wawancara usai pertandingan, Richard menyebut, kekalahan 17-21 dan 18-21 yang diderita Praveen/Melati lebih dikarenakan permainan yang kurang sportif dari duo pasangan suami istri tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya merasa pasangan Inggris bermain dengan taktik dan strategi yang kurang sportif dan merugikan kami. Praveen mau servis di-break terus, banyak cara-cara yang tidak fair, seharusnya ini menjadi perhatian wasit juga," beber Richard dikutip BadmintonIndonesia, Senin, 20 Mei 2019.

Baca:Marquez Bantu Honda Raih Kemenangan ke-300


Richard menuturkan bahwa selama game dua Adcock sering meminta servis ulang dengan alasan belum siap menerima servis. Selain itu keduanya sering mengulur waktu dan meminta break dan ini kemungkinan strategi mereka untuk mengganggu konsentrasi Praveen/Melati saat giliran servis.
 
Kendati demikian ia akui kekalahan ini tidak bisa menjadi alasan. Namun ia berharap anak didiknya lebih peka bia dicurangi dengan strategi non teknis seprti itu dan berani melaporkan kepada wasit.
 
"Mungkin Praveen/Melati yang terlalu polos atau bagaimana, mereka tidak pernah protes kepada wasit. Susy juga tadi sudah sampaikan bahwa Praveen/Melati jangan terlalu polos, kalau merasa lawan tidak sportif ya harus protes ke wasit," jelas Richard.

Baca juga:Finis Posisi Ketiga di Kejuaraan Jepang, Zohri Lolos ke Olimpiade 2020


Dengan hasil ini Praveen/Melati menambah rekor kekalahan menjadi tiga kali terhadap duo Adcock. Padahal pada dua pertemuan terakhir yakni di Daihatsu Yonex Japan open 2018 dan Fuzhou China Open 2018, Praveen/ Melati menang dari keduanya.
 
"Kalau lihat rekor pertemuan kan imbang, memang dari awal tidak bisa diperkirakan siapa yang menang. Di game pertama Praveen/Melati unggul tapi mereka tidak bisa mengatasi masalah non-teknis yang datang dari lawan," jelas Richard.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Tim Bulu Tangkis Indonesia Hadapi Inggris di Laga Pertama Piala Sudirman 2019

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif