Terjebak Kesalahan Sendiri
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Ana/Trias sebenarnya berhasil menguasai jalannya laga di game pertama dan mampu mengantisipasi kondisi lapangan yang cukup berangin. Kemenangan 21-17 di game pembuka menjadi modal berharga bagi ganda putri Indonesia ini.Bahkan di gim kedua, saat posisi menang angin, pola permainan Ana/Trias masih berjalan sesuai rencana. Namun, petaka datang di poin-poin kritis jelang akhir gim kedua.
"Dari awal kami sudah mempersiapkan mau main seperti apa karena lapangan di sini berangin. Di akhir-akhir game kedua, kami terus berusaha menurunkan bola, tapi kadang pukulannya tidak pas. Pengembaliannya banyak salah yang malah menjadi bumerang," ungkap Febriana Dwipuji Kusuma seusai pertandingan.
Baca juga: China Open 2026: Jojo Kerja Keras Lewati Babak Pertama
Kegagalan mengunci kemenangan di game kedua dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Kim/Kong untuk bangkit dan merebut game ketiga dengan dominan 13-21.Jaga Momentum dan Ketenangan
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi Ana/Trias, terutama saat menghadapi pasangan papan atas dunia yang memiliki pertahanan kokoh dan stamina kuat.Febriana mengakui bahwa menghadapi lawan tangguh seperti Kim/Kong membutuhkan keseimbangan antara ritme menyerang dan kesabaran di lapangan.
"Lawan mereka yang benar-benar kuat dan 'kena-an' terus, kami harusnya bisa jaga momentum. Terus menyerang tapi ada sabarnya juga. Tidak boleh terlalu bernafsu atau terburu-buru," tambah Febriana.
Dengan hasil ini, Indonesia harus kehilangan salah satu wakil ganda putrinya di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Ana/Trias dipastikan langsung mengalihkan fokus untuk evaluasi dan persiapan turnamen berikutnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda