Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (dok. PBSI)
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (dok. PBSI)

China Open

China Open 2026: Ana/Trias Kalah Lewat Drama Rubber Game dari Unggulan 6

Gregorius Gelino • 22 Juli 2026 20:20
Ringkasnya gini..
  • Ana/Trias harus tersingkir di babak pertama China Open 2026 usai kalah rubber game dari unggulan ke-6, Kim/Kong, dengan skor 21-17, 20-22, dan 13-21.
  • Sempat unggul di game pertama, Ana/Trias kehilangan momentum akibat melakukan banyak kesalahan sendiri di poin-poin kritis jelang akhir game kedua.
  • Ana/Trias mengakui pentingnya menjaga ketenangan, kontrol serangan, serta kesabaran saat menghadapi pasangan papan atas dunia.
Changzhou: Perjalanan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di China Open 2026 dihentikan wakil Korea Selatan, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, pada babak pertama. Ana/Trias kalah rubber game dari unggulan enam tersebut dengan skor 21-17, 20-22, dan 13-21.

Terjebak Kesalahan Sendiri

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Ana/Trias sebenarnya berhasil menguasai jalannya laga di game pertama dan mampu mengantisipasi kondisi lapangan yang cukup berangin. Kemenangan 21-17 di game pembuka menjadi modal berharga bagi ganda putri Indonesia ini.
 
Bahkan di gim kedua, saat posisi menang angin, pola permainan Ana/Trias masih berjalan sesuai rencana. Namun, petaka datang di poin-poin kritis jelang akhir gim kedua.
 
"Dari awal kami sudah mempersiapkan mau main seperti apa karena lapangan di sini berangin. Di akhir-akhir game kedua, kami terus berusaha menurunkan bola, tapi kadang pukulannya tidak pas. Pengembaliannya banyak salah yang malah menjadi bumerang," ungkap Febriana Dwipuji Kusuma seusai pertandingan.

Baca juga: China Open 2026: Jojo Kerja Keras Lewati Babak Pertama

Kegagalan mengunci kemenangan di game kedua dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Kim/Kong untuk bangkit dan merebut game ketiga dengan dominan 13-21.

Jaga Momentum dan Ketenangan

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi Ana/Trias, terutama saat menghadapi pasangan papan atas dunia yang memiliki pertahanan kokoh dan stamina kuat.

Febriana mengakui bahwa menghadapi lawan tangguh seperti Kim/Kong membutuhkan keseimbangan antara ritme menyerang dan kesabaran di lapangan.
 
"Lawan mereka yang benar-benar kuat dan 'kena-an' terus, kami harusnya bisa jaga momentum. Terus menyerang tapi ada sabarnya juga. Tidak boleh terlalu bernafsu atau terburu-buru," tambah Febriana.
 
Dengan hasil ini, Indonesia harus kehilangan salah satu wakil ganda putrinya di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Ana/Trias dipastikan langsung mengalihkan fokus untuk evaluasi dan persiapan turnamen berikutnya.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan