Sempat Kesulitan di Game Pertama
Fardhan mengakui dirinya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola permainan Mady Sow. Kecepatan dan kualitas serangan lawan membuatnya sempat kesulitan mengembangkan permainan pada game pembuka.Fardhan akhirnya harus mengakui keunggulan Mady dengan skor 11-15. Namun, arahan pelatih menjadi bekal penting baginya untuk bangkit pada gim berikutnya.
"Di game pertama saya cukup lambat adaptasinya, karena sempat kaget juga melihat lawan bermain sangat cepat dan serangannya bagus. Tadi pelatih memberikan instruksi untuk tetap fokus satu demi satu poin," ujar Fardhan.
Instruksi tersebut membantu Fardhan mengubah pendekatan permainannya. Ia berusaha tidak terburu-buru dan lebih fokus menjalani setiap reli demi reli.
Bangkit di Game Kedua
Memasuki game kedua, Fardhan tampil lebih percaya diri. Ia mampu mengambil kendali permainan dan membatasi kesempatan lawan untuk mengembangkan serangan. Perubahan tersebut membuahkan hasil positif. Fardhan menang telak 15-8 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1."Di game kedua Alhamdulillah saya bisa memegang kendali permainan dan diberikan kemenangan. Di game ketiga cukup ketat, jadi kejar-kejaran juga," ucapnya.
Hasil itu membuat pertandingan harus ditentukan melalui game ketiga. Kedua pemain sama-sama berusaha mencari celah untuk mengamankan tiket ke final BWF World Junior Championships 2026.
Ada Faktor Keberuntungan
Game penentuan berlangsung ketat. Fardhan dan Mady Sow saling mengejar poin hingga pertandingan memasuki momen krusial. Dalam situasi tersebut, ketenangan dan kemampuan menjaga konsentrasi menjadi faktor penting.Fardhan akhirnya berhasil mengamankan game ketiga dengan skor 16-14 untuk memastikan kemenangan atas unggulan pertama asal Prancis tersebut. Fardhan juga mengakui adanya momen keberuntungan pada penghujung pertandingan. Ia sempat mengira laga telah berakhir, tetapi keputusan wasit yang menyatakan lawannya melakukan fault membuat pertandingan berlanjut sesuai situasi di lapangan.
"Di akhir poin ada keberuntungan juga buat saya, karena saya kira sudah game ternyata lawan di fault oleh wasit, di posisi ini saya mencoba terus fokus dan akhirnya diberikan kemenangan," ungkapnya.
Meski mengakui faktor keberuntungan, Fardhan tetap mampu menjaga konsentrasi pada momen penentuan. Sikap tersebut menjadi bagian penting dari perjuangannya untuk mengunci kemenangan dan memastikan tempat di partai final.
Soroti Konsistensi Pemain Eropa
Selain berbicara mengenai jalannya pertandingan, Fardhan turut mengulas perbedaan karakter permainan pemain Eropa dan Asia berdasarkan pengalamannya menghadapi Mady Sow.Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu hal yang menonjol dari pemain Eropa. Mereka dinilai tetap mampu mempertahankan pola permainan, baik ketika sedang tertinggal maupun saat berada dalam posisi unggul.
"Perbedaan melawan pemain Eropa dan Asia, secara konsistensi mereka cukup baik karena dalam kondisi tertinggal maupun unggul dia tetap konsisten dengan permainannya," jelas Fardhan.
Pengalaman menghadapi unggulan pertama tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Fardhan, terutama dalam menjaga fokus dan mengantisipasi tekanan sepanjang pertandingan.
Bidik Gelar Juara
Keberhasilan menembus final BWF World Junior Championships 2026 belum membuat Fardhan puas. Ia menegaskan masih memiliki target yang lebih besar, yakni mengakhiri perjuangannya dengan gelar juara.Fardhan menyadari bahwa persiapan mental akan menjadi aspek penting menjelang pertandingan final. Ia ingin tampil lebih siap dan tidak terlena dengan pencapaian yang sudah diraih.
"Besok harus lebih siap lagi mentalnya, jangan puas hanya masuk final saja, harus sampai juara," pungkasnya.