Sempat Salah Strategi, Fajar/Fikri Cepat Move On
Usai laga, Fajar Alfian mengakui bahwa mereka sempat terkejut dengan gaya main Ben/Sean yang langsung tancap gas sejak awal laga. Beruntung, kematangan mental dan komunikasi yang baik membuat mereka mampu membalikkan keadaan setelah masa interval."Cukup mengagetkan juga mereka cepat ya, mereka bermain panjang-panjang. Kami tadi salah menggunakan strategi di awal gim pertama," ungkap Fajar jujur.
Fajar menambahkan bahwa strategi hari ini sangat kontras dengan laga sebelumnya saat mereka meredam wakil Chinese Taipei.
"Kemarin saat melawan pasangan Chinese Taipei, kami menerapkan pola yang simple tapi berbeda dengan hari ini, kami harus bermain dengan agresif dan dengan bola cepat. Jadi setelah interval kami langsung inisiatif untuk mengubah pola dan berhasil," lanjut Fajar mengenai kunci comeback mereka di game pertama.
Baca juga: Berjuang hingga Kram Otot, Alwi Farhan Bertekad Balas Dendam
Misi Balas Dendam Kontra Hoki/Kobayashi
Langkah Fajar/Fikri di semifinal dipastikan tidak akan mudah. Mereka sudah ditunggu oleh unggulan tuan rumah sekaligus rival sengit mereka, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.Laga ini juga mengusung misi balas dendam bagi Fajar/Fikri. Pasalnya, pada pertemuan terakhir mereka di partai puncak Denmark Open 2025 lalu, ganda putra Indonesia ini harus kalah tipis dari Hoki/Kobayashi.
Muhammad Shohibul Fikri menegaskan bahwa mereka siap habis-habisan demi mengamankan tiket ke babak final, meski tahu teror mental dari suporter tuan rumah akan sangat besar.
"Mereka pasangan yang sangat bagus, tidak mudah untuk melawan mereka. Tapi kami sama-sama punya peluang," ujar Fikri dengan penuh optimisme.
"Yang penting kami tidak kalah semangat dan fighting spirit-nya, mengingat mereka pasti tampil penuh ambisi karena akan dapat dukungan publik tuan rumah," tegas Fikri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda