Incar Kekurangan
Ini merupakan debut Lanny/Ester sebagai pasangan di turnamen kompetitif. Ester sebelumnya bahkan bermain di sektor tunggal putri sehingga kerap menjadi incaran lawan karena belum terbiasa dengan rotasi di lapangan."Ini pertandingan pertama saya sebagai pemain ganda dan banyak tantangannya. Hasil tadi saya ambil sebagai motivasi dan pelajaran ke turnamen berikutnya," ungkap Ester.
"Tadi pasangan Korea memang sengaja terus mengincar Ester, saya coba mengingatkan untuk fokus dulu saja dengan diri sendiri. Ini pengalaman yang berharga buat dia," urai Lanny.
Belum Konsisten
Lanny/Ester juga menilai Kim/Lee sebagai pasangan yang bagus, ditambah lagi persiapan mereka belum dirasa maksimal. Pada game pertama, mereka masih meraba pola permainan, tapi gagal menerapkannya secara konsisten pada game kedua dan gagal mempertahankan ritme pada game ketiga.Baca juga: Pontianak International Challenge 2026: Lawan Nyeri Lutut, Mayla Maju ke Babak Kedua
"Lawan Korea pasti tidak gampang, mereka juga pasangan yang bagus. Saya harus lebih persiapan lagi, matangkan pola permainan untuk ke minggu depan," ujar Ester."Di awal tadi kami masih meraba-raba polanya permainan dan masih banyak terburu-buru. Di game kedua kami sudah dapat polanya dan bisa sabar serta konsisten menerapkan tapi sayang di game ketiga kami tidak bisa mempertahankan ritmenya. Evaluasi ke depan harus lebih sabar, tahan dan konsisten," kata Lanny.
"Melihat hasil tadi sebenarnya kami merasa sudah lumayan ok dari chemistry maupun apa yang mau ditampilkan, di latihan juga sudah cukup baik. Tapi karena ini masih awal jadi tetap masih harus ditingkatkan," ulas Lanny.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda