Main Cepat
Mayla merasa bisa mengendalikan tempo berkat latihan yang cukup intensif di venue pertandingan. Ia juga bisa mengatur tempo dengan bermain lebih cepat untuk membatasi pola lawan yang mengandalkan bola atas."Tadi pertandingan pertama, saya lumayan cukup menguasai lapangan karena kemarin sudah latihan juga, sedikit banyak sudah tahu kondisi lapangan. Lawan tadi kelebihannya di serangannya yang bagus jadi saya coba terus untuk membatasi bola atas dengan bermain cepat," kata Mayla.
Baca juga: Pontianak International Challenge 2026: Richie Tanpa Hambatan ke Babak Kedua
Atasi Nyeri
Mayla juga harus mengatasi nyeri lutut yang membayanginya pada game kedua akibat benturan. Untungnya, ia bisa fokus dengan pertandingan dan semprotan pereda nyeri yang didapatnya membantu Mayla mengunci kemenangna."Di game kedua setelah interval, lutut saya sempat terbentur dan cukup mengganggu permainan saya karena menimbulkan nyeri. Tertinggal 18-20 tapi bisa dapat 4 poin beruntun karena saya tidak memikirkan rasa sakitnya tapi fokus terus ke pola permainan," bebernya.
Persiapan Menuju Kejuaran Dunia Junior
Mayla juga memasang target untuk tampil sebaik mungkin di Pontianak International Challenge sebagai persiapan menuju Kejuaraan Dunia Junior 2026 dan mengumpulkan poin untuk mengerek posisinya di ranking dunia."Turnamen ini sangat penting untuk saya, selain sebagai persiapan ke Kejuaraan Dunia Junior juga untuk meningkatkan ranking," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda