Piala Thomas: Indonesia vs Tiongkok

Tersingkir di Semifinal, Susy Susanti Soroti Konsistensi Tim Thomas Indonesia

A. Firdaus 26 Mei 2018 13:38 WIB
Piala Thomas & Uber
Tersingkir di Semifinal, Susy Susanti Soroti Konsistensi Tim Thomas Indonesia
Kesuksesan Kevin/Markus saat melawan Tiongkok tak diikuti tiga wakil Indonesia lainnya (Foto: Humas PBSI)
Bangkok: Langkah tim bulu tangkis putra Indonesia harus terhenti di semifinal Piala Thomas 2018. Mohammad Ahsan dan kawan-kawan menyerah di tangan Tiongkok dengan skor 1-3, Jumat 25 Mei.

Menyikapi gagalnya perjuangan anak-anak Pelatnas Cipayung ini, manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018, Susy Susanti berdalih akan membenahi konsistensi dari permainan timnya.

“Dari hasil hari ini memang harus kami akui, bahwa tim Tiongkok masih lebih kuat. Dari awal semua sudah berjuang maksimal. Pertama dari Anthony Sinisuka Ginting, dia punya kesempatan, sudah ketat-ketat, tapi di akhir harus mengakui keunggulan Chen Long. Tapi permainan secara keseluruhan Anthony sudah cukup baik. Hanya menang di poin-poin kritis ada beberapa kesalahan yang membuat kalah. Semua sudah bermain maksimal, tapi lawan cukup baik," ujar Susy.

Klik di sini: Menegangkan, Rockets Pecundangi Warrios di Game Kelima

Dari empat laga yang dimainkan, Indonesia hanya mampu meraih poin melalui pasangan Markus Gideon/Kevin Sanjaya. Selebihnya, semua pertandingan diborong Tiongkok dengan kemenangan.


"Kevin/Gideon sudah tampil cukup baik. Tunggal putra kedua, Jonatan sebenarnya punya kesempatan. Game pertama menang. Saya rasa salah satu kuncinya adalah kalau dia bisa mempertahankan iramanya. Tapi pada game kedua berubah dan game ketiga dia agak sedikit tertekan,” jelas Susy.

Klik di sini: Gelar Buka Bersama, Menpora Bakar Semangat Atlet Asian Para Games 2018

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona ini juga mengatakan bahwa timnya masih harus melakukan beberapa perbaikan dengan penampilan yang lebih baik. Konsistensi merupakan salah satu aspek yang Susy sorot di sektor ganda. Sementara di sektor tunggal, Susy berharap pemain Indonesia bisa sejajar dengan pemain elit dunia.

“Saat ini persaingan sangat ketat. Di ganda harus lebih konsisten lagi, sedangkan tunggal kami masih ada PR bagaimana untuk meningkatkan performa, konsistensi, permainan lebih matang lagi," terang Susy.

"Sejauh ini sudah ada peningkatan tapi masih belum konsisten. Masih belum bisa sampai melewati elite dunia. Seperti misalnya Anthony saat bertemu dengan Lee Chong Wei sudah ramai, tapi di akhir saat poin kritis akhirnya kalah. Kalah pengalaman, kalah matang dan juga jam terbang,” beber Susy.

Partai final Piala Thomas 2018 akhirnya diisi oleh Jepang dan Tiongkok. Laga tersebut akan berlangsung pada Minggu (27/5) di Impact Arena Bangkok, mulai pukul 13.00 waktu setempat.

Indonesia Gagal ke Final Piala Thomas 2018




(FIR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id