Rachel/Febi Bangkit Usai Kehilangan Game Pertama
Kemenangan atas Suzuki/Yamakita terasa spesial bagi Rachel dan Febi. Setelah tersingkir di babak kedua pada turnamen pekan sebelumnya, keduanya kini berhasil menunjukkan perkembangan dengan melangkah lebih jauh di French Open 2026.Rachel mengaku sangat senang bisa mencapai babak semifinal. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa tekanan dan rasa gugup sempat memengaruhi permainan mereka, terutama ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial.
"Senang banget bisa ke semifinal karena minggu lalu kami kalah di babak kedua tapi di sini bisa melaju lebih jauh. Tidak bisa bohong, kami agak gugup dan tegang tadi tapi bersyukur bisa mengatasinya di akhir-akhir gim ketiga," ujar Rachel.
Akui Kualitas Serangan dan Permainan Net Wakil Jepang
Rachel juga memberikan apresiasi terhadap kualitas permainan Hinata Suzuki/Nao Yamakita. Menurutnya, pasangan Jepang tersebut memiliki serangan bertenaga serta kemampuan bermain di depan net yang cukup beragam.Karakter permainan tersebut membuat Rachel/Febi harus bekerja keras untuk mengantisipasi setiap serangan dan mengimbangi permainan lawan.
"Suzuki/Yamakita punya kemampuan yang cukup baik. Serangannya bertenaga dan permainan netnya cukup bervariasi, mereka berani mengadu di depan yang tidak dipunyai kebanyakan ganda-ganda Jepang," beber Rachel.
Meski menghadapi lawan dengan karakter permainan yang agresif, Rachel/Febi mampu melakukan penyesuaian. Mereka berusaha lebih berani mengambil inisiatif serangan agar dapat mengendalikan jalannya pertandingan.
Strategi Menyerang Jadi Kunci Kemenangan Rachel/Febi
Febi mengungkapkan bahwa kehilangan gim pertama tidak lepas dari menurunnya fokus setelah interval. Padahal, Rachel/Febi sempat berada dalam posisi unggul sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menyerahkan game pembuka kepada pasangan Jepang.Setelah itu, keduanya mencoba mengubah pendekatan dengan lebih banyak melancarkan serangan. Strategi tersebut terbukti efektif untuk mengumpulkan poin dan memenangi dua gim berikutnya dengan skor identik, 21-16.
"Kami agak nge-blank setelah interval game pertama jadi setelah unggul malah tersalip dan kalah. Setelah itu kami coba lebih banyak bermain menyerang dan itu yang membuat kami banyak mendapat poin," ungkap Febi.
Selain perubahan strategi, kemampuan membaca situasi pertandingan juga membantu Rachel/Febi ketika memasuki fase penentuan pada game ketiga.
Rachel menjelaskan bahwa mereka sudah mengetahui pola permainan yang mampu menghasilkan banyak poin. Karena itu, keduanya berusaha tetap berpegang pada strategi tersebut saat menghadapi tekanan di poin-poin kritis.
"Saat poin-poin kritis di game ketiga, kami sudah tahu kami dapat banyak poin dari mana jadi fokus saja ke hal itu," papar Rachel.
Tantangan Berikutnya: Hadapi Yuki/Mayu di Semifinal
Setelah melewati hadangan Suzuki/Yamakita, Rachel/Febi kini bersiap menghadapi pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto pada babak semifinal. Pertandingan berikutnya dipastikan menjadi ujian penting bagi pasangan Indonesia untuk menjaga momentum kemenangan.Febi menilai kepercayaan diri dan kesiapan mental akan menjadi aspek yang perlu diperhatikan sebelum menghadapi pertandingan tersebut. Evaluasi dari laga sebelumnya diharapkan membantu mereka tampil lebih tenang dan konsisten.
"Lawan Yuki/Mayu besok di semifinal harus lebih percaya diri dan disiapkan lagi fokus pikirannya," ucap Febi.