Usai pertandingan, Dalila mengaku senang dan bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai hasil ini menjadi buah dari kerja keras yang dilakukan selama menjalani latihan.
“Pastinya senang dan bersyukur, setelah latihan yang keras akhirnya bisa ke final pertama saya di pertandingan Internasional,” kata Dalila.
Nikmati Pertandingan
Dalila tampil meyakinkan sejak game pertama menghadapi Jia Ling Ke. Ia mampu mengontrol permainan dan menjaga tempo pertandingan sehingga lawannya kesulitan mengembangkan permainan.Menurut Dalila, dirinya bisa bermain lebih lepas pada gim pembuka karena mampu mengatur bola dan tempo permainan dengan baik. Dalila pun berhasil menutup game pertama dengan kemenangan cukup telak, 21-10.
“Secara permainan, di game pertama saya mainnya enjoy dan lawan juga tidak memberikan perlawanan yang berarti sehingga saya juga bisa mengatur bola dan tempo main,” ujarnya.
Sempat Panik di Game Kedua
Memasuki game kedua, situasi pertandingan berubah. Dalila mengaku sempat terburu-buru ketika sudah mendapatkan keunggulan. Kesalahan sendiri membuatnya kehilangan ketenangan dan memberikan kesempatan kepada Jia Ling Ke untuk bangkit.“Di game kedua saat sudah unggul, saya terburu-buru untuk mendapatkan poin. Setelah melakukan kesalahan sendiri saya menjadi panik dan ketika beberapa kali terburu-buru melakukan serangan lawan malah nyaman dan bermain lebih bagus,” ulas Dalila. Meski sempat mendapat tekanan, Dalila akhirnya mampu mengatasi situasi tersebut dan mengamankan game kedua dengan skor 21-19. Kemenangan itu memastikan langkah Dalila ke partai final Surabaya International Challenge 2026.
Fokus Recovery Sebelum Final
Menghadapi pertandingan final, Dalila menyadari bahwa pemulihan kondisi fisik menjadi salah satu hal penting. Setelah melewati pertandingan semifinal, energi yang terkuras harus segera dikembalikan agar bisa tampil maksimal di laga penentuan.“Untuk persiapan besok pastinya dari kondisi badan dulu, karena energi pasti bakal terkuras juga. Jadi recovery-nya harus bagus,” tutur Dalila.
Dalila juga menyadari tantangan pada final tidak akan mudah. Ia akan menghadapi pemain Jepang dan bersiap menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
Siap Main Maksimal di Final
Bagi Dalila, pertandingan final akan menjadi ujian berikutnya setelah berhasil mencapai partai puncak untuk pertama kalinya di ajang internasional. Ia menilai kondisi fisik dan mental akan sama-sama penting karena final berlangsung pada hari terakhir turnamen, ketika para pemain juga sudah menghabiskan banyak energi dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.“Melawan pemain Jepang pastinya harus siap buat main capek, apalagi hari terakhir pasti sudah sama-sama capek jadi main maksimal aja,” kata Dalila.
Selain menjaga kondisi fisik, Dalila membawa evaluasi penting dari pertandingan semifinal. Ia ingin tampil lebih tenang dan menikmati permainan, terutama ketika menghadapi situasi kehilangan beberapa poin secara beruntun.
“Evaluasi hari ini adalah harus lebih tenang dan enjoy jangan sampai panik saat sedang kehilangan poin,” tutupnya.