Bangkit Setelah Kehilangan Game Pertama
Jolin mengakui bahwa kondisi lapangan pada game pertama menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya. Ia mengaku sempat terkejut karena kalah angin sehingga Choi lebih leluasa mengendalikan jalannya pertandingan."Di game pertama saya kalah angin dan saya rada kaget, jadi lawan bisa menguasai permainan," ujar Jolin.
Memasuki game kedua dan ketiga, Jolin berusaha memperbaiki pola permainannya. Ia memilih untuk mengarahkan bola menjauh dari posisi tubuh lawan agar tidak memberikan kesempatan kepada Choi untuk melancarkan serangan cepat.
Strategi tersebut terbukti efektif. Jolin mampu merebut game kedua dengan skor 15-10, sebelum kembali mengamankan game penentuan dengan skor 15-12.
Strategi Jauhkan Bola Jadi Kunci Kemenangan
Menurut Jolin, Choi memiliki kemampuan menyerang yang patut diwaspadai, terutama melalui pukulan smash yang tajam dan keras. Karena itu, Jolin berusaha tidak memberikan lawannya kesempatan untuk menyerang dengan nyaman. "Lawan memiliki pukulan smash yang tajam, jadi harus pintar membuat lawan berlari," ungkapnya.Jolin menjelaskan bahwa mengarahkan bola menjauh dari badan lawan menjadi bagian penting dari strategi yang diterapkannya. Pasalnya, Choi memiliki reaksi cepat ketika bola mengarah langsung ke tubuhnya, sehingga mampu mengembalikan bola dengan pukulan yang bertenaga.
Dengan memvariasikan arah permainan dan memaksa lawan bergerak, Jolin berupaya mengambil kendali pertandingan sekaligus mengurangi ancaman serangan Choi.
Patuh Arahan Pelatih, Jolin Amankan Tiket Delapan Besar
Selain perubahan strategi, Jolin juga menilai kemampuannya menjalankan instruksi pelatih menjadi faktor penting di balik kemenangan tersebut. Meski situasi pertandingan tidak selalu berjalan sesuai harapan, ia tetap berusaha bermain agresif dan konsisten menerapkan taktik yang telah disiapkan."Kunci kemenangannya mau bermain memaksa dan menerapkan arahan pelatih meskipun kondisi mainnya sedang tidak enak," pungkas Jolin.