Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani (dok. PBSI)
Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani (dok. PBSI)

BWF World Junior Championships

BWF WJC 2026: Bongkar Pertahanan Rapat Lawan, Raihan/Atresia Tembus 8 Besar

Gregorius Gelino • 15 Oktober 2026 20:09
Ringkasnya gini..
  • Raihan/Atresia lolos ke perempat final BWF World Junior Championships 2026 setelah mengalahkan Tachin/Thitiwarada dengan skor 15-9 dan 15-13.
  • Strategi dan adaptasi terhadap arah angin menjadi kunci kemenangan dan Raihan/Atresia mampu mengatasi pertahanan rapat lawan.
  • Setelah tampil di ganda campuran, Atresia masih harus bertanding di sektor ganda putri sehingga kondisi fisik menjadi perhatian penting.
Cairo: Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani menembus perempat final BWF World Junior Championships 2026 usai mendepak wakil Thailand, Tachin Wiriyachairerk/Thitiwarada Buakaew. Raihan/Atresia menang dua game langsung atas Tachin/Thitiwarada dengan skor 15-9 dan 15-13.

Akui Pertahanan Thailand Cukup Rapat

Raihan mengungkapkan bahwa pasangan Thailand memiliki pertahanan yang cukup solid. Kondisi tersebut membuat mereka tidak bisa dengan mudah mematikan bola dan harus lebih cermat dalam membangun serangan.

"Lawan dari Thailand ini cukup rapat pertahanannya jadi tidak mudah dimatikan, tadi kami mencoba untuk memantapkan pukulan dan lebih yakin saja," ujar Raihan.

Menghadapi situasi tersebut, Raihan/Atresia berupaya meningkatkan keyakinan dalam melakukan pukulan sekaligus menjaga konsistensi permainan. Pendekatan itu membantu mereka mengamankan kemenangan dalam dua game sekaligus.

Membaca Arah Angin Jadi Kunci Kemenangan

Selain menghadapi pertahanan lawan, Raihan/Atresia juga menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi menang dan kalah angin di lapangan.

Pada game pertama, ketika berada di posisi menang angin, pasangan Indonesia tampil lebih menekan dan berusaha mengambil kendali permainan. Strategi agresif tersebut membuahkan hasil dengan kemenangan 15-9.

Memasuki game kedua, situasi berbalik karena Raihan/Atresia berada di posisi kalah angin. Keduanya pun mengubah pendekatan dengan meredam pukulan lawan dan lebih cermat memanfaatkan kesalahan yang dilakukan pasangan Thailand. "Untuk pola permainan kami lebih membaca menang dan kalah angin. Di game pertama kami menang angin jadi kami banyak menekan dan di game kedua kami di posisi kalah angin jadi lebih meredam pukulan lawan, serta lawan juga banyak memberikan bola yang out," beber Raihan.

Penyesuaian strategi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membantu Raihan/Atresia mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 15-13 pada game kedua.

Lebih Agresif di Depan Net

Sementara itu, Atresia menilai pertandingan melawan Tachin Wiriyachairerk/Thitiwarada Buakaew berlangsung cukup seimbang. Kedua pasangan terlibat dalam banyak reli sehingga fokus dan keberanian mengambil inisiatif menjadi hal penting.

Menurut Atresia, dirinya berusaha bermain lebih agresif di area depan untuk membantu pasangan Indonesia mendapatkan keuntungan dalam perebutan poin.

"Hari ini lawannya imbang dengan kami, terjadi banyak pukulan juga dan strategi kami bermain fokus saja dan di bola depan saya berani lebih agresif," papar Atresia.

Atresia juga menyadari pentingnya menjaga konsentrasi dan kondisi fisik. Pasalnya, setelah menyelesaikan pertandingan ganda campuran, ia masih harus kembali bertanding di nomor ganda putri.

"Untuk saya sendiri, harus menjaga fokus dan stamina yang lebih karena akan bermain lagi di ganda putri setelah ini," tambah Atresia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan