Temukan Pola Tepat
Pada game pertama, Dhinda mengaku masih kesulitan menemukan pola permainan terbaiknya. Variasi pukulan yang dimiliki Lee Xin Yi Megan membuatnya harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.“Bersyukur bisa menang hari ini. Di game pertama tadi itu, saya mainnya masih cukup bingung. Walaupun saya sudah nonton dari semalam, dari kemarin, lawannya seperti apa tapi memang dia menyulitkan dengan variasi pukulan yang bagus. Ini membuat saya kurang berani,” ujar Dhinda.
Memasuki game kedua, permainan Dhinda mulai jauh lebih solid. Pesan dari pelatih untuk bermain aman dan menjaga bola tetap masuk menjadi salah satu kunci kebangkitan pemain Indonesia tersebut.
“Di game kedua pelatih mengingatkan untuk bermain safe dulu, yang penting masuk dulu karena lawan tidak kuat rally juga. Setelah lebih nyaman baru saya percaya diri untuk memakai senjata saya,” jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Dhinda mampu mengendalikan jalannya game kedua dan meninggalkan Lee dengan margin yang sangat jauh hingga akhirnya menang 21-5.
Revans atas Rachel Chan
Tantangan lebih berat sudah menanti Dhinda pada babak kedua Pontianak Indonesia Masters 2026. Ia akan berhadapan dengan wakil Kanada, Rachel Chan. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Dhinda untuk belajar dari kekalahan sebelumnya. Keduanya pernah bertemu dalam ajang Piala Uber, ketika Dhinda harus mengakui keunggulan Rachel setelah pertandingan berlangsung hingga rubber game.“Besok bertemu Rachel Chan (Kanada), waktu di Piala Uber saya kalah rubber game dan dapat banyak pelajaran dari sana. Jadi saya mau siapkan mental dan kondisi fisik,” kata Dhinda.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Dhinda. Ia tidak hanya membawa target untuk meraih kemenangan, tetapi juga berusaha memperbaiki sejumlah aspek permainan yang sebelumnya membuatnya kalah dari Rachel.
Persiapan mental dan kondisi fisik pun menjadi perhatian utama. Dengan format pertandingan yang menuntut stamina dan konsentrasi tinggi, Dhinda sadar dirinya harus tampil lebih siap sejak awal pertandingan.
Dukungan Penonton Sumber Semangat
Selain kemenangan di lapangan, atmosfer pertandingan di Pontianak juga memberikan kesan tersendiri bagi Dhinda. Ia mengaku antusias melihat tingginya dukungan penonton yang hadir menyaksikan pertandingan.Sebelumnya, Dhinda sempat menyaksikan ajang International Challenge melalui televisi. Ramainya penonton sejak hari pertama membuatnya semakin penasaran sekaligus bersemangat untuk tampil di Pontianak.
“Minggu lalu saya menonton International Challenge dari televisi dan penontonnya sudah ramai dari hari pertama. Itu membuat saya excited dan makin semangat. Senang sekali banyak yang datang mendukung,” pungkas Dhinda.