Jonatan menang mudah pada game pertama 21-12. Ia berhasil menekan pertahanan lawan dan membuat lawan tak berkutik dengan pola permainannya.
Namun, pada game kedua, ia mengaku sempat kesulitan terutama selepas interval. Gaya permainannya yang berubah menyebabkan ia terkejar sebelum akhirnya menang dengan skor 21-19.
"Saya cukup puas dengan penampilan hari ini, tapi pas game kedua agak sedikit lengah terutama di pertengahan sampai akhir, poin sudah jauh malah terkejar. Pas saat itu permainan saya ubah sendiri," ujar Jojo kepada wartawan selepas pertandingan.
"Saya tahu lawan tidak suka pukulan cepat, suka main reli. Awal sampai interval game kedua saya melakukan itu, tapi kemudian saya ubah. Saya malah jadi buru-buru, banyak mati sendiri dan pertahanan ia lebih siap," sambungnya.
Kemenangan ini mengantar Jonatan lolos ke babak kedua. Akan tetapi, lawan berat sudah menanti, yakni Lin Dan. Jojo mengaku sudah tahu bakal ketemu Lin Dan dan cukup paham betapa beratnya melawan peraih medali emas Olimpiade 2012 tersebut.
"Saya sudah tahu akan ketemu Lin Dan sejak drawing sebelum Piala Thomas. Target pribadi saya menyamai raihan tahun lalu. Memang berat lawan Lin Dan, tapi saya diuntungkan dengan dukungan suporter dan shuttle cock yang dipakai di turnamen ini," katanya.
"Kalau pakai shuttle cock yang di sini saya rasa ia kesulitan. Gaya mainnya ia suka angkat bola kemudian menyerang. Ini agak susah kalau pakai shuttle cock ini. Tadi saya juga lihat pertandingan Lin Dan lawan Zulfadli Zulkiffli, ia agak kesulitan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News