Susi Susanti (Foto: ANTARA/Cornea Khairany/pri)
Susi Susanti (Foto: ANTARA/Cornea Khairany/pri)

Kata Susi Susanti tentang Tunggal Putri Indonesia yang Kesulitan Bersaing

Kautsar Halim • 24 April 2022 21:44
Jakarta: Legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti menyoroti masalah tunggal putri Tanah Air yang selalu kalah bersaing dalam multievent olahraga internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games. Menurutnya, itu terjadi karena proses regenerasi yang belum berjalan dengan baik.
 
Indonesia terakhir kali membawa pulang medali emas tunggal putri pada SEA Games 2013 melalui Bellaetrix Manuputty yang mengalahkan wakil Thailand Busanan Ongbamrungphan pada babak final.
 
Sementara pada Asian Games, bulu tangkis Indonesia cuma mampu mempersembahkan satu medali emas dari sektor tunggal putri sepanjang keikutsertaan Merah Putih dalam multievent empat tahunan itu.

Emas tersebut dipersembahkan oleh Minarni yang keluar sebagai juara setelah melalui pertandingan all-Indonesian final melawan Corry Kawilarang. 
 
Susi mengatakan, terdapat banyak faktor yang membuat tunggal putri Indonesia kesulitan untuk naik kelas, salah satunya masalah regenerasi.
 
“Kami tidak punya banyak talenta (putri) yang muncul tidak seperti sektor putra. Kondisi ini terjadi karena masalah regenerasi yang tidak berjalan, berbeda dengan tunggal dan ganda putra. Oleh karena itu, di sektor putri, kami belum bisa mencapai prestasi yang diharapkan,” kata Susy dikutip dari laman resmi Komite Olimpiade Indonesia, Minggu (24/4/2022).
 
 

 
Namun, peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu yakin federasi bulu tangkis Indonesia (PBSI) telah menyiapkan program pembinaan untuk memunculkan atlet-atlet berbakat masa depan.
 
“Saya yakin PBSI sudah menyiapkan program pembinaan di semua sektor, tidak hanya putri. Kita harus bekerja keras untuk menelurkan atlet generasi mendatang dan mencatatkan prestasi,” tutur peraih delapan medali SEA Games itu.
 
Susi juga mengatakan terdapat ada dua pebulu tangkis tunggal putri Indonesia yang berpotensi dan harus terus diasah, yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.
 
“Gregoria Mariska masih menjadi andalan di tunggal putri. Tapi kita juga punya Putri KW. Dia mulai memperlihatkan potensinya,” tutup Susi. (ANT)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan