Faathir/Devin mengamankan game pertama dengan kemenangan 21-16. Pertandingan kemudian tidak dilanjutkan setelah kondisi Nur Izzuddin yang mengalami demam sejak malam sebelumnya semakin memburuk. Kemenangan ini sekaligus membawa Ali/Devin melaju lebih jauh dalam turnamen BWF Super 750 yang menjadi pengalaman perdana bagi pasangan tersebut.
Faathir/Devin Tak Menyangka Lawan Mundur
Devin Artha Wahyudi mengaku sempat tidak mengetahui alasan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin memilih mundur dari pertandingan. Pasalnya, selama game pertama tidak terlihat adanya masalah cedera yang dialami pasangan Malaysia tersebut."Saya dan Faathir waktu di lapangan tidak tahu kenapa mereka memutuskan mundur karena sepertinya tidak ada gerakan yang membuat cedera," ujar Devin.
Setelah pertandingan dihentikan, Devin baru mengetahui kondisi Nur Izzuddin yang ternyata sedang mengalami demam. Keputusan tersebut membuat Faathir/Devin otomatis memastikan tiket ke babak kedua China Masters 2026 tanpa harus menyelesaikan pertandingan hingga game ketiga.
"Setelah saya tanya ternyata Izzuddin sakit demam dari semalam. Daripada dipaksakan mungkin mundur menjadi keputusan terbaik," urai Devin.
Main Aman dan Menyerang
Sebelum lawannya mundur, Faathir/Devin tampil cukup solid pada game pertama. Mereka mampu mengamankan kemenangan 21-16 dengan menerapkan permainan yang relatif aman sembari tetap agresif ketika mendapatkan kesempatan menyerang. Devin menilai pola permainan Goh/Izzuddin turut membantu mereka mengembangkan tekanan. Pasangan Malaysia tersebut dinilai cukup sering mengangkat bola sehingga memberikan kesempatan bagi Faathir/Devin untuk melancarkan serangan."Kami sempat ambil game pertama karena coba bermain safe dan menyerang. Lawan juga banyak mengangkat bola jadi enak untuk kami menekan," kata Devin.
Performa tersebut menjadi modal penting bagi Faathir/Devin untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Apalagi, China Masters 2026 merupakan panggung Super 750 pertama yang mereka ikuti.
Incar Delapan Besar China Masters 2026
Meski berhasil melangkah ke babak kedua, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi tidak ingin terlalu terbebani dengan target besar. Faathir menyebut mereka ingin menjalani turnamen secara bertahap.Namun, pasangan muda tersebut tetap memasang target untuk setidaknya menembus perempat final atau delapan besar China Masters 2026. Bagi Faathir/Devin, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka saat berhadapan dengan pasangan-pasangan papan atas dunia.
"Target kami pasti mau yang terbaik, pengennya bisa ke delapan besar dulu tapi coba step by step. Tidak mudah karena ini Super 750 pertama kami," ucap Faathir.
Langkah Faathir/Devin di China Masters 2026 pun menjadi menarik untuk dinantikan. Setelah melewati pasangan unggulan kelima Malaysia, mereka kini harus menjaga fokus dan konsistensi untuk melanjutkan perjalanan di turnamen level Super 750 tersebut.
Kemenangan atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin menjadi awal yang positif. Kini, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi tinggal selangkah demi selangkah mengejar target delapan besar China Masters 2026.