Ketua PBSI, Fadil Imran (kanan), bersama ketua Asosiasi Bulu Tangkis Jepang, Mitsuru Murai (dok. PBSI)
Ketua PBSI, Fadil Imran (kanan), bersama ketua Asosiasi Bulu Tangkis Jepang, Mitsuru Murai (dok. PBSI)

Bulu Tangkis

PBSI Bahas Kerja Sama dengan Jepang

Gregorius Gelino • 24 Januari 2026 11:22
Jakarta: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar pertemuan resmi dengan Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Jepang, Mitsuru Murai, yang berlangsung di Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/1), bertepatan dengan penyelenggaraan turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026.
 
Pertemuan ini menjadi bagian penting dari rangkaian agenda diplomasi olahraga PBSI sekaligus momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam pengembangan bulu Tangkis di tingkat regional dan global.
 
Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Jepang beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa Indonesia Masters 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga merepresentasikan persahabatan, rasa saling menghormati, serta nilai-nilai sportivitas yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jepang.

“Turnamen ini merupakan perayaan bulu tangkis dunia sekaligus refleksi dari hubungan erat dan saling menghargai antara Indonesia dan Jepang. Kedua negara memiliki sejarah panjang serta kontribusi besar dalam membentuk wajah bulu tangkis Asia dan dunia,” ujar Fadil Imran.
 
Lebih lanjut, Fadil Imran menegaskan bahwa Indonesia memandang Jepang tidak semata sebagai pesaing kuat di arena pertandingan, melainkan sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan nilai dalam profesionalisme, disiplin, tata kelola organisasi, serta sistem pembinaan dan pengembangan atlet.
 
Dalam kesempatan tersebut, PBSI menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diajukan oleh Asosiasi Bulu Tangkis Jepang dan secara resmi diterima oleh PBSI pada 1 Desember 2025. Inisiatif ini disambut secara positif sebagai wujud nyata komitmen kedua asosiasi untuk membangun kerja sama yang lebih mendalam, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
 
PBSI melihat potensi kerja sama yang signifikan di berbagai bidang strategis. Di antaranya adalah pengembangan program pelatihan dan pembinaan atlet bersama, termasuk pertukaran keahlian olahraga serta metodologi kepelatihan. Selain itu, kerja sama juga diharapkan mencakup pertukaran pengetahuan dalam sistem pembinaan berprestasi tinggi, pengembangan atlet usia muda, serta manajemen kompetisi.

Baca juga: Legenda Indonesia Diabadikan di Museum Bulu Tangkis Dunia

Tidak hanya di aspek teknis, PBSI juga membuka peluang kolaborasi di sektor bisnis dan komersial, termasuk penyelenggaraan event bersama, aktivasi sponsor lintas negara, serta pengembangan industri yang berkaitan dengan bulu tangkis. Kerja sama ini diyakini dapat memberikan manfaat bersama bagi kedua asosiasi sekaligus berkontribusi pada kemajuan bulu tangkis di kawasan Asia.
 
Selain membahas kerja sama bilateral, pertemuan ini juga menyinggung agenda besar olahraga Asia, yakni Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Jepang pada September mendatang. Bagi Indonesia, Asian Games merupakan ajang multi-cabang olahraga yang sangat penting, di mana bulu tangkis memegang peran strategis sebagai salah satu cabang unggulan.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, PBSI menyampaikan harapan akan dukungan dan bantuan dari Asosiasi Bulu Tangkis Jepang, khususnya dalam memfasilitasi persiapan tim Indonesia. Dukungan yang dimaksud mencakup koordinasi terkait kamp pelatihan dan program adaptasi, dukungan logistik, kesiapan kompetisi, serta komunikasi yang intensif dan berkelanjutan antara kedua asosiasi selama masa persiapan menuju Asian Games 2026.
 
Dalam pertemuan tersebut, PBSI juga mengangkat isu fasilitasi visa olahraga bagi atlet Indonesia. Mengingat atlet-atlet Indonesia secara rutin mengikuti turnamen internasional utama di Jepang, seperti Japan Open dan Japan Masters, PBSI berharap adanya kemudahan dalam proses pengajuan serta percepatan waktu pemrosesan visa olahraga.
 
Fasilitasi ini dinilai sangat penting untuk mendukung perencanaan siklus latihan, pengaturan perjalanan internasional, serta pengelolaan jadwal performa puncak atlet. PBSI menegaskan bahwa isu visa tidak semata bersifat administratif, melainkan merupakan bentuk kerja sama praktis yang secara langsung mendukung pencapaian prestasi dan keunggulan atlet.
 
Sebagai penutup, Ketua Umum PBSI kembali menegaskan komitmen kuat PBSI untuk membangun kemitraan jangka panjang yang strategis dan saling menguntungkan dengan Badminton Association of Japan. Melalui kepercayaan, komunikasi terbuka, serta visi bersama, kerja sama antara kedua asosiasi diharapkan dapat terus berkembang dan menghasilkan kolaborasi konkret di masa depan.
 
“Marilah kita bekerja sama tidak hanya sebagai kompetitor di lapangan, tetapi sebagai mitra yang bersama-sama berkontribusi terhadap pengembangan bulu tangkis global,” tutup Fadil Imran.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan