Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet tersebut tidak menemui kendala berarti ketika meraih kemenangannya. Mereka mampu tampil konsisten sepanjang pertandingan dan jarang membiarkan terciptanya reli-reli panjang. Poin-poin yang mereka raih biasanya tercipta lewat smes-smes keras atau kesalahan sendiri lawannya.
Superioritas Owi/Butet makin terbukti karena mereka hanya membutuhkan durasi 36 menit untuk menutup laga ini. Selain itu, selisih skor yang mereka ciptakan pun terpaut cukup jauh, yaitu 21-12 dan 21-16.
"Kami memang belum pernah kalah setiap bertemu mereka (Hayakawa/Misaki). Meski begitu kami memang tidak ingin lengah dalam laga ini. Hayakawa yang tadi mainnya agak malas-malasan juga malah tampil ngotot pada game kedua. Kami tetap berusaha yang terbaik saja," ujar Liliyana seusai pertandingan.
Selanjutnya, Owi/Butet sudah ditunggu Liu Cheng/Bao Yixin pada perempat final. Unggulan kelima asal Tiongkok tersebut lolos dari putaran kedua setelah menaklukkan wakil Indonesia lainnya, Andrei Adistia/Vita Marissa.
"Saya enggak mikir menang atau kalah dulu untuk laga berikutnya. Kami hanya ingin tampil maksimal saja. Kemarin dua kali ketemu dan kalah dari mereka karena faktor kebugaran saja," tandas Tontowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News