Terbantu Angin
Fajar/Fikri girang bisa menembus final Singapore Open 2026. Keduanya merasa terbantu dengan kondisi angin lapangan yang membuat Liang/Wang kesulitan terutama pada game kedua yang membuat Fajar/Fikri unggul 11-0 pada interval."Perasaannya pasti senang, bersyukur, alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar, dengan sehat, dan juga kemenangan. Tadi khususnya di gim pertama, tidak mudah banyak kejar-mengejar poin. Mereka juga sama, bermain di depan net, mengadu di depan kuncinya. Jadi memang sedikit krusial di gim pertama ketika kami bisa memenangkan adu setting," papar Fajar.
Singapore Open 2026: Gagal Atasi Tekanan Bikin Alwi Kalah di Semifinal
"Di gim kedua kami lebih diuntungkan dengan kondisi yang menang angin. Jadi kami lebih fokus lagi di depannya, sampai bisa menekan terus. Dan walaupun sudah 11-0, kami tidak mau langah, tidak mau jadi terkejar, tidak mau momentum balik untuk mereka. Jadi kami tekan terus, alhamdulillah bisa berjalan lancar," ucap Fikri."Mereka mempunyai tipe permainan yang komplit dengan Wang Chang sebagai playmaker dan Liang Wei Keng sebagai eksekutor di belakang. Mereka sangat luar biasa tapi di hari ini mereka terlihat kesulitan karena kondisi bola di yang cukup kencang dan kondisi lapangan sangat berangin. Kami bisa lebih memanfaatkan situasi," ujar Fajar.
Pelajari Lawan
Di final, Fajar/Fikri akan menghadapi wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Fajar/Fikri merasa percaya diri karena telah melihat penampilan sang lawan dan mempelajari celah dalam pola mereka."Di final tidak akan mudah lawan Satwik/Chirag. Tadi pun kami berdua datang lebih cepat ke arena untuk melihat permainan mereka melawan Kim/Seo dan sangat luar biasa. Tapi itu tidak membuat kami gentar, kami akan coba yang terbaik, semoga hasilnya maksimal," beber Fikri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News