Podium tunggal putra Indonesia Open 2026 (dok. PBSI)
Podium tunggal putra Indonesia Open 2026 (dok. PBSI)

Indonesia Open

Indonesia Open 2026: Terbebani Ekspektasi, Jojo Takluk di Final

Gregorius Gelino • 07 Juni 2026 18:47
Ringkasnya gini..
  • Jojo merasa tertekan dengan status favorit dan tuan rumah di final Indonesia Open 2026.
  • Jojo tak bisa mengatasi tekanan mental dan kecepatan lawan sehingga harus puas menjadi runner up.
  • Lai merasa bangga bisa mengatasi tekanan suporter Indonesia dan senang karena bisa menjadi wakil Kanada pertama yang menjuarai Indonesia Open.
Jakarta: Jonatan Christie belum mampu menjadi juara Indonesia Open 2026. Jojo kalah dari pemain muda asal Kanada, Victor Lai, dan takluk dua game langsung dengan skor 19-21 dan 8-21. 

Tetap Bersyukur

Meskipun hanya menjadi runner up, ini merupakan capaian terbaik Jonatan selama partisipasinya di Indonesia Open. Sebelumnya, ia terhenti di babak-babak awal dan hanya bisa menembus semifinal pada 2021. 
 
“Terima kasih untuk yang sudah dukung saya, maaf saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal, yaitu medali emas. Tapi ya, ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya buat, jadi ya terima kasih banyak,” kata Jonatan usai pertandingan. 

Baca juga: Indonesia Open 2026: Ganda Putri Indonesia Perlihatkan Tren Positif

Berhadapan dengan Lai yang merupakan pemain muda, bukanlah suatu hal mudah bagi Jonatan. Lai yang unggul dari segi kecepatan, sempat beberapa kali merepotkan Jonatan.
 
“Memang saya merasa ada pressure dari awal main, ketegangannya juga cukup besar. Dan ya, saya rasa saya enggak bisa meng-handle hal tersebut di dalam lapangan tadi, itu saja sih,” ungkap Jonatan yang mengatakan insiden kartu kuning tak banyak mempengaruhinya. 

Rehat Sejenak

Ketika ditanya target ke depan, Jonatan mengatakan bahwa saat ini ia mau fokus menenangkan diri terlebih dahulu. Ia ingin rehat sejenak dan melupakan bulu tangkis.

“Memang masih ada Kejuaraan Dunia dan Asian Games tapi mungkin fokusnya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulu tangkis, supaya lebih tenang, membersihkan yang sudah dipakailah setelah mungkin ya tiga minggu pertandingan ini sampai hari ini,” kata Jonatan. 

Bangga Atasi Tekanan

Sementara itu, Lai merasa senang bisa mengatasi perlawanan Jonatan yang didukung penuh oleh publik Istora. Lai menjadi tunggal putra Kanada pertama yang berhasil menembus final dan meraih gelar juara di ajang Indonesia Open.
 
“Saya rasa hal tersulit hari ini adalah mengatasi tekanan dari penonton. Sangat bising dan setiap kali Jonatan memenangkan poin, rasanya saya bahkan tidak bisa mendengar suara saya sendiri karena sangat, sangat bising," kata Lai.
 
"Tapi Jonatan juga punya tekanan sebagai favorit tuan rumah. Jadi menurut saya, hal terpenting adalah tetap fokus dan mengabaikan kebisingan tersebut dan percaya bahwa saya bisa, saya bisa menang,” urainya.
 
Lai mengatakan bahwa ia punya semacam koneksi dengan Indonesia karena banyak pelatih di klubnya berasal dari Indonesia. “Saya merasa sangat beruntung memiliki pelatih dari salah satu negara bulu tangkis terbaik,” ujarnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan