"Prosedur ini kami lakukan mengingat turnamen digelar pada saat pandemi belum berakhir," ujar Kabid Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny B. Harmadi di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/11).
"Sebab kegiatan ini menyangkut pula dengan adanya orang-orang dari luar negeri. Jadi, protokol kesehatan diberlakukan sangat ketat dan kontinyu dalam pelaksanaan maupun pengawasannya," tegasnya.
Rangkaian acara gelaran "Indonesia Badminton Festival" yang terdiri dari tiga turnamen bergengsi dan dimulai dengan ajang Daihatsu Indonesia Masters, untuk kali pertama menerapkan sistem gelumbung penuh (full bubble system).
Ini dilakukan sebagai upaya mencegah interaksi dari pihak luar. Kemudian untuk para atlet, wasit, ofisial dan pihak terkait dengan turnamen diinapkan di Westin Resort turnamen berlangsung dan dilakukan pentahapan tes PCR maupun Antigen secara berkala.
"Kami sudah berada di lokasi sejak 7 November untuk memantau kesiapan dan kegiatan yang ada di Westin Resort. Diharapkan dengan ini resiko penularan dan penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir," ungkap Sonny.
Ketika disinggung bilamana ada orang yang terdeteksi positif Covid-19 dalam gelembung, Sonny menegaskan pihaknya bekerjasama dengan panitia pelaksana sudah menyediakan ruangan khusus karantina. Sedangkan bilamana diperlukan asistensi medis lebih lanjut, maka akan dikirim ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.
"Bila ditemukan Orang Tanpa Gejala (OTG) atau positif, panpel sudah menyediakan tempat karantina dan untuk rumah sakit akan dikirim ke RSUP Sanglah Denpasar," imbuhnya.
Menyoal adanya aktivitas keluar masuk dari bubble tanpa kepentingan dan izin, pihak panpel melakukan pengawasan ketat dan memberlakukan sanksi tegas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda