Game pertama berlangsung intens sejak awal. Jual beli serangan dan susul menyusul skor terjadi antara kedua tim hingga skor 6-6, berlanjut 8-8.
Kemudian, permainan cepat pasangan Jepang berhasil membuatnya unggul lebih dahulu, namun berhasil diantisipasi Ahsan/Hendra dengan skor 10-9. Ahsan/Hendra memastikan hegemoni dengan skor 11-9 pada interval game pertama.
Lepas jeda, tensi permainan belum menurun. The Daddies tampil lebih menekan. Lewat servis-servis tajam, mereka memaksa pasangan Jepang defensif.
Permainan Ahsan/Hendra sulit dibalikan oleh duo Jepang. Mereka memimpin 15-13.
Gaya permainan juara All England 2019 itu sebetulnya tidak terpatahkan. Hanya saja beberapa kali kesalahan yang dibuat sendiri, menjadi rejeki nomplok buat Kamura/Sonoda, sehingga mereka bisa menyamakan kedudukan 18-18.
Baca juga: Japan Open 2019: Menang Mudah, Jojo Tantang Kento Momota di Final
Jelang akhir game duel berlangsung mendebarkan. Pasalnya mereka mencapai poin kritis 20-20.
Beruntung bagi Ahsan/Hendra, mereka berhasil mengunci kemenangan pada game pertama setelah bola dari pasangan Jepang dinyatakan keluar oleh wasit lewat challenge. Skor akhir 22-20 untuk kemenangan Ahsan/Hendra.
Game kedua, The Daddies memulai dengan dominan. Peringkat empat dunia dengan mudahnya unggul meninggalkan peringkat tiga dunia dengan skor 9-3.
Duo Jepang dipaksa defensif selama interval game kedua. The Daddies menutupnya dengan keunggulan, 11-4.
Memasuki game kembali tim Jepang mencoba melawan. Tapi perlawanannya percuma kecepatanAhsan dan kejelian Hendra tidak bisa mereka antisipasi walhasil Ahsan/Hendra tetap meninggalkan jauh mereka dengan skor 20-10.
Putus asa akan ketangguhan juara All England 2019, permainan Jepang melesu. Game kedua diakhiri dengan bola keluar dari mereka sekaligus memastikan kemenangan telak Ahsan/Hendra dengan skor 21-10.
Video: Ozil dan Kolasinac Selamat dari Perampok Berpisau di London
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News