Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 mulai mengantongi nama peraih Super Tiket. (Foto: Istimewa)
Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026 mulai mengantongi nama peraih Super Tiket. (Foto: Istimewa)

Penentuan Super Tiket PB Djarum 2026 Makin Dekat, Sejumlah Nama Mulai Dikantongi

Kautsar Halim • 12 September 2026 22:14
Ringkasnya gini..
  • Tim Pencari Bakat PB Djarum mulai mengantongi sejumlah nama kandidat Super Tiket setelah memantau peserta selama empat hari Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus.
  • Hasil pertandingan bukan satu-satunya penentu. Skill, postur, potensi perkembangan, mental, kerja keras, dan fighting spirit menjadi bagian dari penilaian, termasuk bagi peserta yang tersingkir di babak 32 besar.
  • Hari terakhir Tahap Turnamen berlangsung Minggu (13/9). Peserta putra harus mencapai semifinal dan putri mencapai final untuk mendapatkan Super Tiket melalui jalur turnamen, sementara kandidat pilihan Tim Pencari Bakat masih berpeluang lolos melalui jalur khusus.
Kudus: Persaingan memperebutkan Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum 2026 semakin mengerucut. Memasuki hari keempat di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (12/9/2026), Tim Pencari Bakat mulai mengantongi sejumlah nama yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi atlet bulu tangkis berkualitas.

Menariknya, peluang mendapatkan Super Tiket tidak hanya terbuka bagi peserta yang melaju jauh di jalur turnamen. Atlet yang tersingkir tetapi dinilai memiliki bakat, karakter, dan potensi perkembangan juga masih berpeluang mendapatkan Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat.

Legenda bulu tangkis Indonesia sekaligus anggota Tim Pencari Bakat PB Djarum, Hastomo Arbi, mengatakan proses pencarian bakat dilakukan secara menyeluruh. Selama empat hari memantau langsung pertandingan, ia mulai melihat sejumlah atlet putra yang memiliki kualitas menonjol.

“Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh,” ujar Hastomo.

Menurut peraih Piala Thomas 1984 tersebut, hasil pertandingan bukan satu-satunya pertimbangan. Tim pencari bakat juga mencoba melihat sejauh mana seorang pemain masih bisa berkembang apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.

“Penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” katanya.
 

Jethro Balas Kekalahan Tahun Lalu


Salah satu peserta yang mencuri perhatian pada hari keempat adalah Jethro Alexander Kemas.

Pebulu tangkis KU-11 putra asal Palembang itu berhasil meraih kemenangan sekaligus melangkah ke babak berikutnya. Hasil tersebut terasa semakin spesial karena lawan yang dikalahkannya merupakan pemain yang pernah menyingkirkan Jethro pada Audisi Umum PB Djarum tahun lalu.

Bagi Jethro, Audisi Umum PB Djarum 2026 merupakan kesempatan ketiganya untuk mengejar mimpi menjadi atlet binaan PB Djarum.

Pada keikutsertaan pertamanya pada 2024, Jethro langsung tersingkir di pertandingan awal. Setahun kemudian, ia berhasil menembus karantina, tetapi gagal melanjutkan perjuangan karena kondisi kesehatan yang kurang maksimal.

Kini, Jethro kembali dengan pengalaman yang lebih matang.

“Saya sudah tiga kali ikut Audisi Umum PB Djarum. Waktu pertama kali ikut saya langsung kalah di pertandingan pertama. Tahun lalu sempat masuk karantina tetapi akhirnya gagal lolos karena waktu itu saya sakit,” tutur Jethro.

Kemenangan atas lawan yang pernah mengalahkannya tahun lalu pun menjadi suntikan kepercayaan diri.

“Hari ini saya berhasil menang melawan pemain yang ngalahin saya di audisi tahun lalu, senang banget,” ujarnya.

Jethro memiliki target sederhana tetapi besar, yakni mendapatkan Super Tiket dan melangkah lebih jauh hingga benar-benar menjadi bagian dari PB Djarum.

Ia juga ingin membalas pengorbanan orang tuanya yang selama ini mendukung perjalanan latihannya.

“Saya mau masuk PB Djarum supaya bisa menjadi pemain hebat. Terus juga biar bisa bikin bangga orang tua yang sudah banyak berkorban untuk saya latihan bulu tangkis,” katanya.
 

Fighting Spirit Jadi Nilai Penting


Dari sektor putri, anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Maria Kristin Yulianti, juga mengungkapkan bahwa sejumlah nama mulai masuk radar kandidat Super Tiket pilihan tim.

Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu menyebut semangat juang atau fighting spirit menjadi salah satu aspek yang diperhatikan secara serius.

Artinya, peserta yang kalah dalam pertandingan belum tentu kehilangan seluruh peluang. Pemain yang menunjukkan kerja keras, pantang menyerah, dan terus berusaha mengejar kemenangan masih bisa mendapat perhatian tim pencari bakat.

“Biasanya, kandidat peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat ini berasal dari peserta yang gugur di babak turnamen di 32 besar,” jelas Maria Kristin.

Menurutnya, tim pencari bakat tidak semata-mata melihat skor akhir pertandingan.

“Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata,” katanya.

Bagi Maria Kristin, pemain yang terus berusaha meski berada dalam tekanan menunjukkan mental bertanding yang menarik untuk dikembangkan.

“Artinya mereka memiliki spirit yang tinggi untuk menang, ini yang juga bisa menjadi kandidat peraih Super Tiket,” ujarnya.
 

Syarifah Datang dengan Misi Membuktikan Diri


Salah satu peserta yang memperlihatkan fighting spirit tersebut adalah Syarifah Adshila Nugroho.

Peserta KU-12 putri asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu harus melewati pertandingan ketat pada babak 32 besar sebelum akhirnya mengamankan kemenangan atas Riezqy Magisthira Nasruddin dari PB Champion Klaten.

Syarifah menang melalui rubber game 12-21, 21-17, 21-10.

Perjuangan Syarifah tahun ini juga tidak terlepas dari pengalaman kurang menyenangkan pada Audisi Umum PB Djarum 2025. Tahun lalu, ia berhasil mencapai tahap karantina, tetapi belum berhasil mendapatkan tempat sebagai atlet binaan.

Pengalaman tersebut justru menjadi bahan evaluasi.

“Tapi waktu itu gak berhasil masuk PB Djarum karena tim pelatihnya merasa aku tampil kurang semangat,” kata Syarifah.

Karena itu, tahun ini ia datang dengan persiapan berbeda. Selain meningkatkan kondisi fisik, Syarifah juga berusaha memperbaiki kontrol diri dan kepercayaan diri ketika bertanding.

“Jadi sekarang aku mencoba lebih siap di atas lapangan, secara fisik juga harus ditingkatkan. Selain itu juga harus tetap bisa mengontrol diri dan lebih percaya diri,” ujarnya.

Ada satu hal lain yang membuat motivasi Syarifah semakin besar. Tahun ini ia datang ke Kudus tanpa ditemani orang tua.

Situasi tersebut justru membuatnya ingin membuktikan bahwa dirinya mampu berkembang dan memperbaiki kekurangan dari audisi sebelumnya.

“Jadi lebih terpacu untuk membuktikan diri kalau aku bisa memperbaiki apa yang kurang tahun lalu. Jadi aku akan memaksimalkan di audisi kali ini,” tutur Syarifah.
 

Perebutan Super Tiket Memasuki Hari Terakhir


Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus akan memasuki hari terakhir pada Minggu (13/9). Pada fase ini, para peserta akan memperebutkan tiket menuju tahap karantina. 

Dalam jalur turnamen, peserta putra harus mencapai semifinal untuk mengamankan Super Tiket. Sementara peserta putri wajib melaju hingga final. Namun, hasil pertandingan bukan satu-satunya jalan.

Tim Pencari Bakat masih dapat memberikan Super Tiket Pilihan kepada peserta yang dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan, meskipun belum berhasil menembus semifinal atau final.

Mekanisme tersebut menjadi salah satu hal menarik dalam Audisi Umum PB Djarum. Sebab, satu kekalahan tidak otomatis mengakhiri mimpi seorang peserta untuk mendapatkan pembinaan.
 

Super Tiket Bukan Garis Akhir


Peserta yang mendapatkan Super Tiket masih harus melewati tahap berikutnya, yakni karantina.

Berdasarkan informasi resmi PB Djarum, tahap karantina Audisi Umum PB Djarum 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober 2026. Pada fase ini, peserta akan menjalani kehidupan sebagai calon atlet binaan dan dinilai dari berbagai aspek. 

Penilaiannya mencakup kemampuan bermain, kondisi fisik, kedisiplinan, hingga perilaku sehari-hari di luar lapangan.

Dengan demikian, Super Tiket bukanlah jaminan otomatis untuk menjadi atlet binaan PB Djarum. Peserta masih harus menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan karakter yang dibutuhkan untuk menjalani pembinaan jangka panjang.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan