Jonatan Christie (dok. PBSI)
Jonatan Christie (dok. PBSI)

Malaysia Masters

Malaysia Masters 2026: Pola Terbaca, Langkah Jojo Terhenti di 8 Besar

Gregorius Gelino • 22 Mei 2026 12:15
Ringkasnya gini..
  • Jojo merasa mendominasi pada game pertama.
  • Tapi dominasi Jojo hilang pada game kedua dan ketiga setelah polanya terbaca dan kurang sabar.
  • Jojo bertekad mematangkan pola dan mental juga lebih cepat beradaptasi.
Kuala Lumpur: Jonatan Christie tersingkir pada perempat final Malaysia Masters 2026 usai ditendang wakil Tiongkok, Hu Zhe An. Jojo yang merupakan unggulan keempat kalah dari Hu yang bukan unggulan lewat rubber game 21-14, 13-21, dan 16-21.

Dominasi Hilang

Jojo merasa bisa mendominasi permainan pada game pertama. Tapi, Hu bisa membaca pola permainannya pada game kedua dan ketidaksabaran Jojo pada game ketiga membuatnya tersingkir dari Malaysia Masters 2026.
 
"Pertama pasti bersyukur, selalu Puji Tuhan karena selesai dengan tanpa ada yang cedera. Tapi ya memang cukup disayangkan tadi," ujar Jojo.

Baca juga: Gregoria Resmi Mundur dari Pelatnas Demi Fokus Pemulihan Kesehatan

"Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga," jelasnya.
 
"Di gim kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan," bebernya.

"Di gim ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah," paparnya.

Lebih Matang

Untuk menghadapi turnamen selanjutnya, Jojo bertekad mematangkan pola dan menjaga mentalnya agar tidak terpancing permainan cepat lawan. Ia ingin bermain dengan temponya sendiri dan lebih cepat beradaptasi.
 
"Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock-nya jadi harus cepat penyesuaiannya," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan