Tahan Agresivitas
Apri/Lanny mengaku sempat kewalahan pada game pertama dan kedua karena mengendurkan pola main. Untungnya, mereka bisa mengembalikan agresivitas pada game ketiga untuk mengalahkan Isyana/Rinjani."Sebelumnya alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan tanpa cedera. Tadi saat gim pertama dan kedua kami sempat unggul jauh tapi setelah itu bukan makin kami tekan pola permainannya tapi malah seperti mengendurkan. Terlalu banyak main bertahan lalu ketika mereka ambil kontrol serangannya kami panik jadi banyak melakukan kesalahan," ujar Lanny.
Baca juga: Malaysia Masters 2026: Rian/Rahmat Menyerah di Hadapan Unggulan
"Di gim ketiga kami coba untuk lebih agresif lagi mainnya. Kami saling mengingatkan untuk terus konsisten dengan pola permainan yang kami bisa mendapatkan poin demi poin," ungkap Apri.Kembalikan Konsistensi
Pada babak selanjutnya, Apri/Lanny bertekad lebih konsisten agar bisa melaju lebih jauh di Malaysia Masters 2026. Apalagi mereka menelan hasil kurang maksimal pada Thailand Open 2026 pekan lalu.Baca juga: Malaysia Masters 2026: Dhinda Kerja Keras ke Babak Utama
"Kami belajar dari Thailand Open pekan lalu, kami sudah unggul jauh di gim ketiga tapi tersusul dan kalah. Di sini kami harus bisa tetap tenang, tetap cari poin ketika posisi sedang terkejar. Memang disayangkan ketika harus ketemu teman sendiri di babak pertama apalagi di sini kami hanya dua pasangan," ujar Lanny."Kami harus terus konsisten dengan pola yang kami mainkan. Dengan kondisi lapangan di sini yang ada menang dan kalah anginnya jadi harus tahu bagaimana kebutuhan dapat poinnya. Hira/Jani dengan bisa ke delapan besar di Thailand Open terlihat sekali progres mereka. Pola permainannya semakin terbentuk," urai Apri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News