Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (dok. PBSI)
Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (dok. PBSI)

Denmark Open

Denmark Open 2026: Belum Dapat Chemistry, Dejan/Felisha Kalah di Babak Pertama

Gregorius Gelino • 14 Oktober 2026 17:12
Ringkasnya gini..
  • Dejan/Felisha tersingkir di babak pertama Denmark Open 2026 setelah kalah dari wakil Taiwan, Yang/Hu, dengan skor 13-21 dan 16-21.
  • Dejan menyebut rotasi masih sering salah dan chemistry belum terbentuk, sementara Felisha tetap bersyukur serta mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut.
  • Dejan/Felisha bertekad terus berbenah untuk meningkatkan koordinasi, memahami kebiasaan satu sama lain, dan memperbaiki performa di pertandingan berikutnya.
Odense: Perjalanan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Denmark Open 2026 terhenti pada babak pertama usai kalah dari wakil Taiwan, Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang. Dejan/Felisha kalah dua game langsung dari Yang/Hu dengan skor 13-21 dan 16-21.

Kekalahan ini menjadi hasil yang belum sesuai harapan bagi Dejan/Felisha. Namun, keduanya berusaha mengambil sisi positif dari pertandingan tersebut, terutama dalam proses adaptasi sebagai pasangan baru yang harus bersaing di turnamen bulu tangkis level atas.

Bagi Dejan dan Felisha, pertandingan ini bukan sekadar soal hasil akhir. Mereka juga mendapatkan gambaran mengenai hal-hal yang perlu dibenahi agar bisa tampil lebih solid pada pertandingan selanjutnya.

Felisha Tetap Bersyukur Meski Gagal Melangkah

Meski kalah, Felisha memilih tetap bersyukur setelah menjalani pertandingan pertamanya bersama Dejan di Denmark Open 2026. Ia mengaku senang bisa kembali bertanding dan menikmati pengalaman yang didapatkan selama berada di lapangan.

"Tetap bersyukur, selalu ada hal dan positif yang bisa diambil. Saya cukup senang bisa kembali bertanding. Menikmati apa yang ada di lapangan tadi, kendalanya dan semuanya," kata Felisha.

Menurut Felisha, pertandingan melawan Yang/Hu memberikan pelajaran berharga bagi dirinya dan Dejan. Tekanan yang diberikan pasangan Taiwan membuat mereka bisa melihat secara langsung aspek permainan yang masih perlu ditingkatkan.

Ia menilai pengalaman tersebut dapat membantu keduanya memahami karakter permainan masing-masing, sekaligus menemukan cara yang tepat untuk membangun kerja sama yang lebih baik. "Di pertandingan pertama ini kami jadi lebih tahu satu sama lain, apa yang harus ditingkatkan, diperbaiki, bangun chemistry-nya harus bagaimana. Dapat lawan yang sangat membuat kami tertekan juga hal yang bagus untuk kami bisa lebih siap di pertandingan selanjutnya, lebih tahu cara mengatasinya," ujar Felisha.

Dejan Akui Masih Belum Menemukan Chemistry

Senada dengan Felisha, Dejan juga mengakui bahwa penampilan mereka belum maksimal. Sebagai pasangan yang baru memulai perjalanan bersama, keduanya masih membutuhkan waktu untuk memahami kebiasaan dan pola permainan masing-masing.

Dejan menyebut koordinasi di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah. Rotasi yang belum berjalan konsisten serta belum terbiasanya mereka membaca pergerakan satu sama lain membuat permainan belum sepenuhnya padu.

"Hasil yang tidak kami harapkan dan harus diakui memang masih kagok mainnya, kami belum terlalu klik satu sama lain. Rotasi masih sering salah dan belum hafal kebiasaan masing-masing. Tapi kami akan terus belajar, terus memperbaiki untuk ke pertandingan berikutnya," ucap Dejan.

Debut di Turnamen Besar Bukan Perkara Mudah

Dejan juga menyoroti tantangan yang harus dihadapi ketika tampil bersama pasangan baru di turnamen sekelas Denmark Open. Menghadapi lawan yang sudah memiliki kematangan permainan menjadi ujian tersendiri bagi pasangan Indonesia tersebut.

Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi, kesalahan kecil dapat berujung pada hilangnya banyak poin. Kondisi itu membuat proses adaptasi harus berjalan seiring dengan tuntutan untuk tampil kompetitif sejak pertandingan pertama.

"Memang berbeda ketika debut dengan pasangan baru di turnamen level atas seperti ini, tidak mudah karena bertemu lawan yang sudah sangat matang. Salah sedikit pasti langsung hilang banyak poin," jelas Dejan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan