Bertanding di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Ana/Trias kalah dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-9, 20-22, 14-21. Mereka sempat mengamankan gim pertama, tetapi kehilangan momentum pada dua gim berikutnya.
Meilysa mengakui permainan terburu-buru dan kurang tenang menjadi salah satu penyebab mereka gagal mengamankan gim kedua. Situasi itu membuat pengembalian bola mereka kerap tanggung dan berujung pada kesalahan sendiri.
"Di gim kedua kami terlalu buru-buru dan kurang tenang jadi pengembalian bolanya banyak tanggung dan kami banyak mati," kata Meilysa seusai laga seperti dikutip dalam keterangan resmi Tim Media & Humas PBSI.
Ia juga mengakui pasangan Amerika Serikat tampil solid sepanjang pertandingan. Lauren Lam/Allison Quynh Lee dinilai mampu menjaga fokus, konsisten menerapkan pola permainan, serta memiliki kekuatan pukulan yang menyulitkan.
"Pasangan Amerika bermain sangat baik hari ini. Mereka fokusnya dan konsisten dalam menerapkan pola permainan. Power mereka juga besar. Itu menyulitkan kami," ujar Meilysa.
Ana/Trias Kehilangan Momentum
Ana/Trias mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Mereka mampu mendominasi gim pembuka dan menang telak 21-9 atas Lauren Lam/Allison Quynh Lee.
Namun, pasangan Amerika Serikat bangkit pada gim kedua. Pertandingan berlangsung lebih ketat hingga Ana/Trias akhirnya kalah tipis 20-22.
Kegagalan mengamankan gim kedua membuat pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Febriana menilai laju shuttlecock yang kencang membuat pertandingan menuntut pemain untuk lebih banyak terlibat dalam adu pukulan.
Akan tetapi, ketergesa-gesaan pada momen penting justru memberikan keuntungan kepada lawan.
"Dengan laju shuttlecock yang kencang, mainnya memang harus banyak mengadu. Di saat mengadu itu ada momen kami terlalu terburu-buru dan itu menguntungkan mereka," kata Febriana.
Banyak Kesalahan Sendiri pada Gim Ketiga
Memasuki gim penentuan, Ana/Trias justru tertinggal cukup jauh sejak awal. Sejumlah kesalahan sendiri membuat mereka kesulitan mengejar perolehan poin Lauren Lam/Allison Quynh Lee.
Pasangan Amerika Serikat mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup gim ketiga dengan skor 21-14. Kemenangan itu sekaligus memastikan langkah mereka ke babak berikutnya.
Febriana mengakui awal gim penentuan menjadi salah satu momen sulit bagi mereka karena terlalu banyak melakukan kesalahan.
"Di gim ketiga kami startnya tertinggal jauh karena banyak melakukan kesalahan sendiri," tutur Febriana.
Menurutnya, konsistensi dalam menerapkan pola permainan juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ana/Trias terkadang mampu mengendalikan pertandingan, tetapi kemudian kehilangan ritme dan mengubah pola permainan secara tiba-tiba.
"Kami belum konsisten dalam menerapkan pola, kadang sudah enak main malah tiba-tiba hilang, tiba-tiba berubah. Ini yang harus cepat kami cari solusinya," tutup Febriana.
Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Ana/Trias untuk memperbaiki ketenangan saat menghadapi poin-poin krusial serta menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan.
Dua Pasangan Ganda Putri Indonesia Masih Bertanding
Meski Ana/Trias tersingkir, Indonesia masih memiliki wakil lain di sektor ganda putri Denmark Open 2026 melalui Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Tiwi/Fadia dijadwalkan menghadapi pasangan Korea Selatan, Kim Yu-jung/Lee Yu-lim. Sementara itu, Rachel/Febi bertemu wakil Taiwan, Chang Ching Hui/Yang Ching Tun, pada babak 32 besar.
Kedua pasangan tersebut diharapkan mampu melanjutkan perjuangan Indonesia di sektor ganda putri. Hasil pertandingan mereka akan menentukan langkah wakil Merah Putih berikutnya di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.