Meski menang mudah pada gim kedua, Rehan/Gloria mengaku pertandingan perdana tidak berjalan sepenuhnya mudah. Keduanya harus beradaptasi cepat karena baru tiba di New Delhi dan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tes arena pertandingan.
Rehan mengungkapkan bahwa dirinya dan Gloria baru tiba di India pada Senin dini hari sehingga persiapan menuju laga pertama cukup singkat.
“Kami tidak sempat tes arena pertandingan karena baru sampai hari Senin dini hari dan tadi memang di gim pertama masih meraba-raba kondisi lapangan,” ujar Rehan ketika diwawancarai Tim Media & Humas PBSI seusai pertandingan.
Sempat Tidak Berharap Tampil di Kejuaraan Dunia
Keikutsertaan Rehan/Gloria di Kejuaraan Dunia BWF 2026 menjadi cerita tersendiri. Pasangan Indonesia tersebut mengaku sempat tidak yakin bisa tampil karena mendapatkan kepastian bermain dalam waktu yang cukup mepet.
Menurut Rehan, peluang tampil baru benar-benar diketahui pada Jumat pagi. Setelah mendapat kepastian, mereka langsung mengubah fokus dan menjalani persiapan secara intensif.
“Main di Kejuaraan Dunia memang tidak bisa diduga. Kalau rezekinya masuk, pasti masuk. Kami menjadi bukti ketika sudah dibilang berat tapi last minutes bisa main,” kata Rehan.
“Kami sebenarnya sudah tidak berharap, tapi bukan berarti tidak mau main. Jadi, kami balik fokus latihan intens dan ketika dapat kepastian hari Jumat pagi, kami langsung mempersiapkan semua. Agak terburu-buru memang, tapi kami siap,” tambahnya.
Situasi tersebut membuat Rehan/Gloria harus bekerja ekstra keras untuk menjaga kondisi fisik, mental, dan kesiapan teknis sebelum bertanding di turnamen terbesar bulu tangkis dunia.
Gloria Sebut Gim Pertama Jadi Momen Adaptasi
Gloria Emanuelle Widjaja juga mengakui bahwa pasangan Indonesia masih mencari ritme permainan pada awal pertandingan.
Menurut Gloria, gim pertama menjadi proses untuk membaca situasi pertandingan sebelum akhirnya menemukan momentum untuk menguasai laga.
“Di gim pertama, main masih mencari hawa pertandingannya, cari ritmenya,” ujar Gloria.
Ia menyebut perubahan momentum terjadi ketika lawan kehilangan fokus setelah terjadi situasi terkait service fault dan protes yang membuat konsentrasi pasangan Malaysia terganggu.
“Akhirnya waktu mereka terbuang dan seperti keluar dari fokusnya, sementara kami bisa lebih teguh. Selebihnya sejauh ini merasa cukup baik,” jelas Gloria.
Setelah menemukan ritme, Rehan/Gloria tampil semakin dominan dan mampu menutup pertandingan dengan kemenangan besar pada gim kedua.
Perjalanan Menuju Kejuaraan Dunia Dinilai Seperti Roller Coaster
Bagi Gloria, perjalanan mereka menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026 memberikan banyak pelajaran. Dari awalnya diragukan tampil hingga akhirnya berhasil bertanding, pasangan ini memilih mengambil sisi positif dari pengalaman tersebut.
“Kalau saya lebih ambil positifnya dan serunya, seperti roller coaster ketika kami pertama dapat kabar bisa main tapi ternyata berat dan akhirnya di terakhir beneran bisa main,” kata Gloria.
Ia berharap perjalanan positif tersebut dapat berlanjut dan membantu mereka tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
“Kami akan ambil hikmah baiknya dan semoga semua berjalan lancar,” tutup Gloria.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda