Indonesia yang tergabung di Grup D sebenarnya mengawali turnamen dengan catatan positif. Tim sempat menyapu bersih kemenangan 5-0 atas Aljazair dan unggul tipis 3-2 saat menghadapi Thailand. Namun, performa Indonesia menurun drastis pada laga penentuan melawan Prancis dengan kekalahan menyakitkan 1-4.
Dalam laga kontra Prancis tersebut, Indonesia sejatinya hanya membutuhkan dua kemenangan dari lima partai yang dipertandingkan untuk mengamankan tiket perempat final.
Baca Juga :
Luka Dalam Bulu Tangkis Indonesia! Tersingkir Lebih Cepat di Piala Thomas, PBSI Didesak Berbenah
Sayangnya, hanya pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang mampu menyumbangkan poin. Empat partai lainnya berakhir dengan hasil minor, yang memastikan kekalahan Indonesia di laga tersebut.
Kalah Selisih Partai
Kekalahan ini menciptakan situasi rumit di klasemen Grup D. Thailand yang berhasil menggebuk Aljazair dengan skor 5-0 membuat tiga tim, Thailand, Prancis, dan Indonesia, sama-sama mengoleksi dua kemenangan.
Berdasarkan regulasi turnamen, penentuan peringkat dilakukan melalui perhitungan selisih partai. Hasilnya, Indonesia harus rela berada di posisi ketiga, sementara Thailand dan Prancis berhak melaju ke babak berikutnya.
Hasil ini menjadi capaian terburuk Indonesia, melampaui rekor negatif sebelumnya saat tersingkir di perempat final Piala Thomas 2012 di Wuhan.
Warganet Desak Evaluasi Total
Kegagalan bersejarah ini memicu reaksi keras dari para pecinta bulu tangkis di media sosial. Akun Instagram resmi PBSI, @badminton.ina, dibanjiri komentar kekecewaan yang mempertanyakan penurunan prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.
"Selamat untuk PBSI atas hari bersejarahnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Tim Indonesia tidak lolos fase grup," sindir salah satu netizen.
“Gagal lolos ke QF Thomas Cup selevel Italy gagal lolos Piala Dunia ini kalau buat perspektif Badminton. Wajib evaluasi, atau ga jangan kaget thomas cup selanjutnya gagal lagi ke QF,” sindir netizen lainnya.
“Dulu puluhan tahun badminton jadi satu2 nya yg dibanggakan. Sekarang di era cabor lain bangkit bikin rekor (climbing, angkat besi, Tenis, Balapan LeMans 24 jam, moto3, futsal, sepakbola, panahan). Badminton malah redup,” timpal warganet lainnya.
“Asian Games gagal, olimpiade gagal, Thomas cup gugur fase grup, super 1000 jarang, all England kemarin tim hore haha. Berasa banget titik terbawah dalam beberapa tahun terakhir,” ucap netizen dengan nada kecewa.
“Udah datang nya ke denmark duluan , demi adaptasi cuaca dan lapangan, eh malah pulang duluan,” timpal warganet dalam kolom komentar.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News