Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. (Foto: Dok. PBSI)
Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. (Foto: Dok. PBSI)

Luka Dalam Bulu Tangkis Indonesia! Tersingkir Lebih Cepat di Piala Thomas, PBSI Didesak Berbenah

Alfa Mandalika • 29 April 2026 10:59
Ringkasnya gini..
  • Tim Thomas Indonesia harus tersingkir lebih cepat dari ajang Piala Thomas.
  • Lebih menyakitkan lagi, ini pertama kalinya Indonesia gagal lolos dari fase grup sejak format penyisihan grup diberlakukan pada 1984.
  • Indonesia yang tergabung di Grup D urung memberikan performa terbaik sampai akhir fase grup. Sempat menang telak 5-0 atas Aljazair dan unggul 3-2 dari Thailand, namun harus menyerah 1-4 dari Prancis.
Jakarta: Tim Thomas Indonesia harus tersingkir lebih cepat dari ajang Piala Thomas. Lebih menyakitkan lagi, ini pertama kalinya Indonesia gagal lolos dari fase grup sejak format penyisihan grup diberlakukan pada 1984.
 
Indonesia yang tergabung di Grup D urung memberikan performa terbaik sampai akhir fase grup. Sempat menang telak 5-0 atas Aljazair dan unggul 3-2 dari Thailand, namun harus menyerah 1-4 dari Prancis.

Mengapa Indoenesia Tersingkir?

Indonesia sejatinya hanya membutuhkan dua kemenangan dari lima laga saat lawan Prancis untuk menyegel tiket perempat final. Namun sayang, hanya Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil menyumbangkan poin, sementara empat partai lain berakhir dengan hasil minor.
 
Kekalahan Indonesia itu membuat Thailand memimpin klasemen usai menggebuk Aljazair dengan skor 5-0, sehingga Thailand, Prancis, dan Indonesia sama-sama mengemas dua kemenangan. Selisih partai pun jadi penentu dan Indonesia harus puas berada di peringkat ketiga atau tersingkir dari turnamen.

Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi Indonesia, apalagi hasil paling buruk Tim Merah Putih terjadi saat tersingkir pada perempat final Piala Thomas 2012 di Wuhan.
 
Terdepak dari fase grup adalah sejarah menyakitkan bagi Indonesia. Negara dengan koleksi 14 trofi Piala Thomas-paling banyak di dunia, kini harus menerima predikat peserta paling cepat gugur sepanjang keikutsertaannya.
 
Tentu ini menjadi evaluasi besar untuk PBSI. Tidak lagi bicara soal regenerasi pematin, tetapi juga bagaimana mengelola mental pemain saat bertanding hingga menyiapkan strategi turnamen beregu agar tidak terulang hasil ini di ajang Piala Thomas selanjutnya.

Fakta tersingkirnya Indonesia di Piala Thomas

- Tunggal putra Jonatan Christie dan Alwi Farhan gagal memberikan performa terbaik. Jojo kalah dari Christo Popov (19-21, 14-21) dan Alwi kalah dari Alex Lanier (16-21, 19-21).
 
- Anthony Ginting gagal mempertahankan keunggulan. Bertanding selama 1 jam 25 menit, Ginting sempat unggul 22-20 sebelum akhirnya Toma Junior Popov membalas 21-15. Ginting membuka asa pada game penentu, namun keunggulan 20-19 disusul oleh Toma dan menutup pertandingan dengan skor 20-22.
 
"Ada kendala yang membuat saya kesulitan menjelang akhir gim ketiga, kaki terasa keram," ujar Ginting usai laga.
 
- Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga tidak bisa bicara banyak. Mereka yang menjadi harapan untuk membalikkan keadaan justru tersinkgir dua game langsung 19-21 dan 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi
 
- Pada partai pamungkas, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil dengan ekspresi kesedihan lantaran sudah dipastikan tersingkir. Namun, Fajar/Fikri tetap bertanding habis-habisan dan memenangkan laga dengan kedudukan 21-18, 19-21, 21-11.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan