Seperti dilansir Antara dari laman resmi BWF, Leo/Daniel menang straight game dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 44 menit.
Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi pasangan Indonesia tersebut karena menjadi final pertama mereka sejak kembali dipasangkan pada musim 2026.
Pada awal gim pertama, Leo/Daniel sempat kesulitan mengembangkan permainan dan tertinggal dari pasangan China yang tampil lebih sabar dalam mengatur tempo pertandingan.
Namun, pasangan Merah Putih perlahan bangkit setelah menemukan ritme permainan terbaiknya. Serangan cepat yang dikombinasikan dengan pertahanan solid membuat mereka berbalik mendominasi pertandingan.
Selepas interval gim pertama, Leo/Daniel melesat unggul hingga 17-11 sebelum akhirnya menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-15.
Memasuki gim kedua, pertandingan berjalan jauh lebih ketat. Pasangan Tiongkok tampil lebih agresif dan beberapa kali memaksa reli panjang.
Daniel Marthin tampil impresif lewat pertahanan disiplin dan smash tajam di poin-poin krusial. Sementara Leo Rolly Carnando juga tetap mampu menjaga ketenangan meski sempat melakukan beberapa kesalahan sendiri.
Saat unggul 19-17, Leo/Daniel mendapat tekanan karena lawan memperkecil skor menjadi 19-18. Namun, smash keras Daniel membawa mereka merebut match point sebelum menutup laga 21-18.
Kemenangan ini sekaligus menjadi sinyal kebangkitan Leo/Daniel setelah sempat dipisahkan dan kini berpeluang meraih gelar perdana usai reuni.
Pada partai final, Leo/Daniel akan menghadapi unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, yang sebelumnya menyingkirkan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News