Atur Tempo
Alwi mengakui bahwa Koga memberikan perlawanan sengit dengan pertahanan yang solid. Untungnya, Alwi bisa lebih bersabar memancing lawan keluar dari posisinya dan mendulang poin demi poin."Alhamdulillah bisa mengatasi semua problem yang ada di lapangan, memang nggak gampang tadi, lawan posturnya memang kecil tapi nggak mati-mati, justru itu membuat nafsu. Dengan berjalannya waktu, makin lama, makin sadar, makin bisa mengontrol kondisi jadi tadi belajar untuk mengatasi nafsunya, jadi nggak buru-buru mau mendapat poin," ujar Alwi.
Baca juga: Australian Open 2026: Singkirkan Unggulan 8, Ubed Tembus 8 Besar
"Memang beberapa kali, bola-bola banyak unlucky ball juga dari dia. Walau sudah jatuh-jatuh posisinya susah, dia juga masih bisa dapat. Itu mungkin kelebihannya dia, unik juga sih karena memang posturnya tidak terlalu tinggi tapi dia bisa memaksimalkan apa yang dia punya, which is itu something bagus untuk tunggal putra, karena ada pola-pola permainan yang berbeda-beda," katanya.Pulihkan Kondisi
Menghadapi partai perempat final, Alwi tak menyiapkan strategi khusus. Ia cuma fokus mengembalikan kondisi fisik dan mempersiapkan mental agar lebih siap saat bertanding."Perjalanan masih sangat panjang, jadi saya fokus untuk perempat final. Besok siap tempur, siap tarung, karena nggak ada pertandingan yang mudah," tuturnya.
"Semoga Tuhan bantu saya karena ini sudah rentetan minggu ketiga, pasti nggak mudah untuk saya terutama dari sisi mental pikirannya dan fisiknya. Nothing impossible. Saya yakin Tuhan memberikan jalan saya yang paling baik di Australian Open," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda