Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran (dok. PBSI)
Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran (dok. PBSI)

Kejuaraan Dunia BWF

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Hilang Fokus Bikin Bimo/Arlya Terhenti di 32 Besar

Gregorius Gelino • 20 Agustus 2026 01:39
Ringkasnya gini..
  • Bimo/Arlya gugur di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai kalah two games directly dari Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara (13-21, 16-21).
  • Masalah konsistensi mental dan fokus yang kerap goyah saat posisi unggul maupun poin kritis menjadi pemicu utama kekalahan.
  • Pasangan ganda campuran Indonesia ini berkomitmen memperbaiki ketahanan mental, pengelolaan poin kritis, serta meningkatkan kekuatan fisik/tangan.
New Delhi: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran tersingkir pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah ditaklukkan wakil Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara. Bimo/Arlya kalah dua game langsung dari Yuichi/Sayaka dengan skor 13-21 dan 16-21.

Fokus Naik-Turun Saat Poin Kritis

Pebulu tangkis Bimo Prasetyo mengungkapkan bahwa hilangnya konsentrasi di momen-momen krusial membuat mereka kesulitan menjaga keunggulan. Kehilangan fokus secara mendadak kerap dimanfaatkan lawan untuk meraih poin beruntun.
 
"Dari gim pertama sampai kedua, kami fokus pikirannya selalu goyah, naik turun. Selalu dari sudah unggul atau poin yang mepet-pepet, fokusnya hilang," ujar Bimo usai laga.
 
Ia menambahkan bahwa dari segi teknik dan strategi, mereka sebenarnya tidak kalah bersaing dari pasangan Jepang tersebut. Namun, tingkat konsistensi mental di atas lapangan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar.

"Dari cara bermain, pola permainan kami merasa kami bisa mengimbangi, tapi kami masih perlu konsisten di pikiran dan mentalnya," tambah Bimo.

Pelajaran Berharga dan PR Kekuatan Fisik

Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Debut Amri/Nita Berbuah Tiket 16 Besar!

Senada dengan Bimo, Arlya Nabila Thesya Munggaran memetik banyak pelajaran berharga dari kekalahan ini. Menurutnya, laga melawan Shimogami/Hobara memberikan gambaran jelas mengenai area mana saja yang harus segera dibenahi untuk menghadapi turnamen level atas berikutnya.
 
Selain aspek mental dan strategi bertanding, Arlya juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan performa fisik, khususnya daya tahan dan kekuatan otot tangan agar lebih siap menghadapi reli panjang.
 
"Banyak pelajaran yang bisa kami ambil hari ini. Dari cara mainnya, fokusnya, bagaimana mengatasi poin-poin kritis, bagaimana cara mempertahankan keunggulan. Kami juga harus menambah kekuatan tangan," jelas Arlya.
 
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih dan Bimo/Arlya guna meningkatkan kematangan bertanding di level dunia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan