Meski menjadi pengalaman pertama, ketiganya membawa semangat yang sama untuk memaksimalkan kesempatan dan memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia.
Alwi dan Ubed, sapaan Moh Zaki Ubaidillah, setidaknya sudah memiliki pengalaman tampil di sejumlah ajang multievent dan kejuaraan beregu bergengsi. Keduanya pernah memperkuat Indonesia di SEA Games, Piala Sudirman, hingga Piala Thomas.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi mereka untuk menghadapi Asian Games yang memiliki persaingan lebih tinggi.
“Pastinya kami bersyukur dan senang juga bisa mewakili Indonesia di Asian Games. Kami pengen memaksimalkan kesempatan yang ada. Ini Asian Games pertama dan dengan hasil kemarin di SEA Games untuk saya dan Ubed cukup meyakinkan, jadi ada modal bagus untuk ke multievent yang levelnya lebih tinggi,” ujar Alwi seperti dilansir situs resmi PBSI, Rabu (16/9/2026)
Ubed juga menyebut persiapannya berjalan sesuai rencana. Baik persiapan individu maupun latihan bersama tim telah dilakukan untuk menghadapi pertandingan.
“Persiapan individunya sejauh ini alhamdulillah cukup lancar. Persiapan bersama tim pun juga berjalan dengan baik. Kami siap untuk bertanding di minggu depan,” kata Ubed.
Yusuf Dapat Suntikan Kepercayaan Diri
Berbeda dengan Alwi dan Ubed, Asian Games 2026 menjadi pengalaman besar pertama bagi Muhamad Yusuf. Karena itu, kehadiran para pemain senior di dalam tim menjadi sumber dukungan tersendiri bagi tunggal putra muda tersebut.
Baca juga: Bongkar Pasang Ganda Campuran Demi Tiket Olimpiade
Yusuf mengakui sempat merasakan gugup menjelang debutnya. Namun, para senior terus mengingatkannya untuk menikmati pertandingan dan tidak terlalu terbebani status sebagai debutan.
“Pastinya awal-awal ada groginya, tapi dari senior terus mengingatkan buat lebih enjoy saja,” ujar Yusuf.
Ia juga mendapat pesan agar menghadapi Asian Games layaknya turnamen individu, dengan tetap menjaga fokus dan ketenangan.
“Mereka selalu berpesan untuk menganggap ini seperti turnamen individu saja. Tetap fokus, semangat dan lebih tenang,” lanjutnya.
Dapat Pengalaman dari Kento Momota
Persiapan para debutan tersebut juga mendapat tambahan pengalaman berharga pada hari terakhir pemusatan latihan di Tokyo. Alwi, Ubed, dan Yusuf berkesempatan bertemu langsung dengan legenda bulu tangkis Jepang, Kento Momota.
Momota hadir sebagai mentor sekaligus menjadi sparring partner bagi para pemain Indonesia.
Bagi Alwi, kesempatan berbagi lapangan dengan mantan pemain nomor satu dunia tersebut menjadi pengalaman istimewa.
“Kami tahu Kento Momota sesuperior apa dulu, jadi bisa bermain bareng hari ini pastinya senang dan sebuah kehormatan. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” kata Alwi.
Baca juga: Turunkan 20 Pemain, PBSI Bidik Emas Beregu Putra di Asian Games 2026
Ubed juga mendapat kesempatan menerima masukan langsung dari Momota mengenai permainan.
“Senang bisa berbagi lapangan dengan dia. Tadi juga Momota sempat memberikan evaluasi dan masukan tentang cara main ke saya,” ujar Ubed.
Rangkaian pemusatan latihan tim bulu tangkis Indonesia di Tokyo kini telah selesai. Skuad Merah Putih dijadwalkan bertolak ke Nagoya pada Kamis, 17 September pagi, untuk selanjutnya masuk ke perkampungan atlet.
Cabang bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 20-24 September untuk nomor beregu dan 25-29 September untuk nomor perorangan. Pertandingan digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang.