Masih Kesulitan Hadapi Pengalaman Lawan
Rachel Allessya Rose mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto bukanlah pertemuan pertama bagi mereka. Namun, Rachel menilai dirinya bersama Febi masih perlu banyak belajar untuk mengimbangi pola permainan lawan.Pengalaman Fukushima/Matsumoto menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pasangan Indonesia. Selain memiliki pertahanan yang sulit ditembus, ganda putri Jepang tersebut juga mampu melancarkan serangan mendadak yang menyulitkan Rachel/Febi dalam mengantisipasi arah permainan.
"Ini bukan pertemuan pertama, tetapi kami masih harus belajar banyak, adaptasi dengan pola mereka yang sangat berpengalaman, sangat alot dan serangan tiba-tibanya yang kurang bisa kami antisipasi," kata Rachel.
Tetap Ambil Sisi Positif Meski Gagal ke Final
Kekalahan dari pasangan Jepang tentu menyisakan kekecewaan bagi Rachel/Febi. Namun, Rachel menegaskan bahwa keberhasilan mencapai semifinal tetap patut disyukuri, terlebih setelah mereka memperoleh hasil yang kurang memuaskan pada turnamen pekan sebelumnya.Baca Juga :
French Open 2026: Leo/Daniel Tembus Semifinal French Open 2026, Bidik Gelar Super 750 Pertama
"Kami harus evaluasi dengan pelatih, tetapi harus puas dengan hasil ini walaupun sebenarnya tidak puas juga. Positifnya, kami bisa jadikan ini sebagai tambahan kepercayaan diri karena tidak mudah sampai ke semifinal dan hasil minggu lalu juga kurang baik. Semoga minggu depan di Hylo Open bisa lebih baik lagi," jelas Rachel.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rachel/Febi tidak ingin larut dalam kekecewaan. Keduanya bertekad menjadikan pengalaman menghadapi pasangan unggulan Jepang sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan performa.
Soroti Pertahanan dan Kesabaran di Lapangan
Senada dengan Rachel, Febi Setianingrum mengakui bahwa Fukushima/Matsumoto tampil sangat siap pada pertandingan semifinal. Pertahanan rapat pasangan Jepang membuat Rachel/Febi kesulitan mendapatkan poin melalui serangan, sementara tekanan yang diberikan lawan juga membuat mereka harus bekerja ekstra keras.Menurut Febi, salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah kesabaran dalam membangun serangan. Rachel/Febi harus mampu menjaga ketenangan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi lawan dengan pertahanan kuat.
"Kami sudah berusaha maksimal, tetapi mereka juga sudah sangat siap. Defense-nya tidak mudah tembus dan serangan mereka juga menyulitkan. Kami harus bisa lebih sabar, lebih tahan dan tidak mudah untuk nafsu terburu-buru," urai Febi.