Main Terburu-buru
Fajar/Fikri mengakui bahwa performa mereka belum maksimal. Keduanya kerap terburu-buru yang berujung pada kesalahan sendiri, untungnya mereka bisa bangkit dan bisa mengembalikan kepercayaan diri hingga akhirnya berhasil memenangkan pertandingan."Pertama-tama alhamdulillah mengucap syukur diberikan kemenangan dan kelancaran. Meskipun tadi di permainan pertandingan hari ini, kami bermain benar-benar kurang maksimal," kata Fajar usai pertandingan.
Baca juga: Singapore Open 2026: Langkah Jojo Tertahan di Babak Pertama
"Tadi di gim pertama, kami sudah unggul 12-9 tapi mereka bisa dapat 10 poin beruntun karena kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Di gim kedua awal, terutama saya terburu-buru, panik memikirkan apa strategi permainan untuk diterapkan," beber Fajar.Cepat Adaptasi
Fajar/Fikri merasa perlu mengubah pola permainan mereka dan lebih cepat beradaptasi dengan situasi untuk tampil lebih baik pada babak kedua. Keduanya juga perlu bermain lebih berani dan meningkatkan kapasitas fisik agar bisa diajak adu rally panjang oleh lawan yang bermain lebih aman.Baca juga: Singapore Open 2026: Bobby/Melati Terjegal di Babak Pertama
"Kalau melihat dari gim pertama, kami memang banyak melakukan unforced error. Lalu di gim kedua start kami sangat buruk sekali. Tertinggal sangat jauh poinnya tapi kami berusaha meyakinkan diri sendiri dan partner bagaimana harus keluar dari tekanan ini dan alhamdulillah, puji syukur berhasil. Momentumnya itu balik yang bikin kami percaya diri lagi," ujar Fikri."Tertinggal di interval, alhamdulillah kami bisa sedikit demi sedikit mengejar dan membalikkan kedudukan. Pelatih terus instruksikan kami untuk bermain cepat karena mereka menerapkan permainan bertahan lalu balik serang. Mereka mempunyai permainan yang sangat safe dan penempatannya menyulitkan hari ini, tapi kami terus memaksa mereka untuk bermain adu drive," papar Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News