Kehilangan Fokus
Raymond/Joaquin sebetulnya membuka permainan dengan baik, mereka menang cukup telak di game pertama. Di game kedua pun mereka unggul jauh hingga 14-8.Akan tetapi, Raymond/Joaquin kemudian banyak melakukan kesalahan beruntun seolah kehilangan fokus. Situasi ini pun dimanfaatkan oleh Goh/Izzuddin, mereka mengambil alih kendali permainan.
Baca juga: Indonesia Open 2026: Gelar Perdana Christiansen/Boje di Istora
“Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan, saya rasa sudah all out. Kami sudah menampilkan apa yang kami bisa," jelas Joaquin."Kami pun juga di lapangan berusaha, kalau bisa jangan sampai poin hilang banyak banget, tapi saya rasa pasangan Malaysia tadi mainnya benar-benar luar biasa, mereka tetap fokus, tetap menjaga pikiran,” beber Joaquin.
Baca juga: Indonesia Open 2026: An Se Young Pertahankan Gelar
“Kami benar-benar mengontrol lawan dari awal game pertama sampai 14-8 tadi. Setelah lawan dapat satu poin dua poin, mungkin mereka melihat kami kayak sempat bingung, mungkin mereka notice juga. Jadinya mereka mengambil momentum itu,” papar Joaquin.Pelajaran Berharga
Di game penentuan, Raymond/Joaquin masih belum bisa keluar dari tekanan, mereka terus tertinggal jauh di perolehan angka. Raymond/Joaquin bertekad menjadikan hal ini sebagai pelajaran agar bisa menjaga fokus demi mempertahankan momentum.Baca juga: Indonesia Open 2026: Terbebani Ekspektasi, Jojo Takluk di Final
“Lawan adalah pemain yang pengalamannya banyak ya di turnamen-turnamen besar. Mungkin kami harus lebih waspada lagi untuk game game berikutnya, konsentrasi lebih ditambah lagi apalagi posisinya kami sudah memimpin duluan di game pertama dan kedua,” ujar Raymond.Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda